Kolomdata.id — Makassar – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Sufriadi Arif resmi memimpin Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sulawesi Selatan untuk periode 2026-2030. Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah PSTI Sulsel yang digelar di Hotel Grand Imawan Makassar, Jumat hingga Sabtu, 30-31 Oktober 2026.
Proses pemilihan berlangsung singkat karena hanya satu nama yang mendaftar. Ketua Steering Committee Musda, Ramli, menjelaskan bahwa tim penjaringan mencatat satu calon yang menyatakan kesiapannya dipilih sebagai ketua umum. Peserta musda kemudian menyetujui pencalonan itu secara aklamasi. “Karena hanya satu calon yang mendaftar, pemilihan dilakukan secara aklamasi dan disetujui seluruh peserta,” ujarnya saat memimpin sidang pleno.
Musda dihadiri 14 pengurus PSTI kabupaten dan kota, yaitu Toraja Utara, Sinjai, Luwu Utara, Wajo, Jeneponto, Gowa, Barru, Pinrang, Palopo, Pangkep, Maros, Makassar, dan Bone, ditambah pengurus provinsi. Forum dipimpin Ramli sebagai ketua steering committee dengan Irwan sebagai sekretaris. Sekretaris Jenderal PSTI yang juga Pelaksana Tugas Ketua PSTI Sulsel, Profesor Nukhrawi, berharap musda berjalan lancar dan sesuai mekanisme organisasi.
Usai ditetapkan, Sufriadi menyatakan siap meneruskan capaian yang sudah diraih. Menurut dia, Sulawesi Selatan selama ini menjadi kiblat sepak takraw nasional, sehingga beban mempertahankan tradisi prestasi itu tidak ringan. “Ini tugas berat, tetapi jika dilaksanakan bersama-sama insyaallah bisa dijalankan dengan baik,” katanya.
Ia menyebut pelantikan pengurus akan dipercepat, disusul rapat kerja untuk menyusun program empat tahun ke depan. Prioritas yang disampaikan antara lain penguatan kualitas pelatih, pembukaan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta penataan program kerja agar perjalanan organisasi lebih terukur. Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa hanya bergantung pada event sesaat, tetapi memerlukan skema latihan berjenjang dari level kabupaten dan kota.
Sepak takraw memang punya akar kuat di Sulawesi Selatan. Sejumlah daerah rutin mengirim atlet ke kejuaraan nasional, dan even daerah seperti Kejuaraan Daerah Sepak Takraw Sulsel pernah diikuti ratusan atlet dari 23 kabupaten dan kota. Reputasi itu sejalan dengan keputusan internasional yang menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 di Makassar, sebuah agenda yang menuntut kesiapan pembinaan maupun penyelenggaraan di daerah. Pada 2024, Kejuaraan Daerah Sepak Takraw Sulsel di Gedung Mulo diikuti sekitar 160 atlet dari 23 kabupaten dan kota, gambaran betapa luas basis atlet di provinsi ini.
Dengan komposisi kepengurusan baru, PSTI Sulsel menghadapi dua pekerjaan besar sekaligus: menjaga pasokan atlet berprestasi dan menyiapkan daerah sebagai tuan rumah even dunia. Sufriadi menilai dua hal itu hanya bisa dicapai bila pengurus kabupaten dan kota dilibatkan sejak perencanaan, bukan hanya diminta melapor ketika kejuaraan berlangsung.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan