Kolomdata.id – New York – Perdagangan saham di bursa Wall Street Amerika Serikat pada Senin (2/11) berakhir dengan hasil yang tidak seragam. Mayoritas indeks utama melemah, dipicu oleh langkah investor yang secara konsisten mengurangi porsi investasi pada saham-saham berbasis teknologi dan memindahkan modalnya ke sektor lain. Indeks Nasdaq menjadi yang paling terpukul dengan penurunan 1,07% ke level 25.164,32. Sementara itu, indeks S&P 500 ikut terkoreksi 0,51% dan berakhir di posisi 7.541,40. Di sisi berlawanan, Dow Jones Industrial Average justru berhasil mencatatkan kenaikan 213,67 poin atau setara 0,41% ke level 51.983,98.
Rotasi investasi yang menjauhi saham teknologi ini berlangsung setelah indeks-indeks utama bursa AS mengalami pelemahan sepanjang sepekan sebelumnya. Pelaku pasar masih terus mengamati pergerakan saham perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kecerdasan buatan atau AI. Managing Director Trading and Investing E-Trade, Chris Larkin, menilai bahwa prospek pasar saham yang cenderung bullish dalam jangka panjang mungkin tengah menghadapi sejumlah tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tren positif tersebut pada dasarnya masih tetap terjaga.
Larkin menambahkan bahwa persoalan utama pasar saat ini justru terletak pada momentum jangka pendek. Menurutnya, pasar mengalami kesulitan untuk mempertahankan penguatan lebih dari beberapa hari karena terus dibayangi oleh lonjakan harga minyak, kekhawatiran terhadap belanja AI, inflasi, hingga risiko geopolitik.
Tekanan terhadap saham teknologi terlihat dari merosotnya sejumlah nama besar. Saham Nvidia dan Meta Platforms masing-masing melemah 1%. Apple, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan, juga ikut terkoreksi hampir 2%. Adapun saham Marvell Technology anjlok hampir 13% dan Lumentum merosot 18%. Penurunan tajam kedua perusahaan tersebut terjadi setelah mereka mengumumkan kesepakatan akuisisi Lumentum oleh Marvell dengan nilai mencapai US$ 115 miliar.
Di tengah tekanan pada sektor teknologi, saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor ekonomi tradisional atau old economy justru menjadi penopang indeks Dow Jones. Sherwin-Williams mencatatkan lonjakan hampir 6%, sementara Home Depot menguat 3,6%. Saham Honeywell International, 3M, dan Boeing juga masing-masing naik lebih dari 2%.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan yang cukup tajam. Minyak mentah Brent anjlok 7,63% ke level US$ 104,77 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari AS turun 7,36% menjadi US$ 96,46 per barel. Penurunan harga minyak ini terjadi di tengah munculnya harapan bahwa AS dan Iran akan kembali melanjutkan perundingan damai. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan untuk menyerang Iran. Ia menegaskan bahwa Washington lebih memilih menyelesaikan konflik tersebut melalui jalur damai.
Pergerakan pasar yang bervariasi ini mencerminkan betapa sensitifnya investor terhadap kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik. Peralihan dana dari saham teknologi ke sektor tradisional menunjukkan bahwa pelaku pasar tengah mencari perlindungan di tengah ketidakpastian, terutama menjelang rilisnya laporan keuangan sejumlah perusahaan besar. Di sisi lain, penurunan harga minyak dunia memberikan angin segar tersendiri bagi sektor-sektor yang bergantung pada biaya energi, meskipun dampaknya terhadap bursa masih harus dicermati dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.
Sumber: Katadata

Tinggalkan Balasan