KolomData.id – Pangkep – Tim rescue mengalami kesulitan saat mengevakuasi korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kesulitan itu muncul bukan karena korban belum ditemukan, melainkan karena kondisi medan dan cuaca yang tidak memungkinkan proses pengangkatan korban dilakukan dengan aman.
Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Basarnas Kota Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa pada hari kedua tim gabungan berhasil menemukan puing-puing pesawat dan satu korban laki-laki. Korban tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Lokasi penemuan berada di posisi sekitar 200 meter dari puncak gunung, titik yang menurut Sultan tetap sulit dijangkau meski tim telah menggunakan alat bantu.
“Tim sudah berusaha mengevakuasi korban laki-laki di posisi sekitar 200 meter dari puncak gunung. Tetapi tidak bisa dilakukan meski sudah menggunakan alat, karena medannya sulit dan cuaca buruk,” kata Sultan, Minggu (18/01/2025). Pernyataan itu menegaskan bahwa kendala utama evakuasi bukan pada kemampuan personel, melainkan pada kondisi lapangan yang berada di luar kendali tim.
Sultan juga menyampaikan bahwa untuk sementara proses pencarian dihentikan. Meski demikian, tim tidak meninggalkan lokasi begitu saja. Sebanyak 10 orang tim gabungan rescue tetap berkemah di dekat korban. Langkah itu diambil untuk menjaga korban tidak tergelincir lebih jauh dari posisi penemuan. “Ada 10 orang tim gabungan rescue yang camp di dekat korban,” lanjut Sultan.
Rencananya, proses pencarian akan dilanjutkan besok dengan menggunakan helikopter Caracal. Sultan menyebut opsi udara sebagai pilihan pertama. “Itu opsi pertama, kita pakai Helikopter Caraca,” sambungnya. Penggunaan helikopter menjadi pertimbangan karena evakuasi jalur darat dinilai belum tentu bisa ditempuh mengingat beratnya medan di sekitar puncak gunung.
Meski demikian, tim tidak menutup kemungkinan menempuh jalur lain. Sultan mengatakan pihaknya sedang berkomunikasi dengan warga untuk mencari jalur darat. Warga diharapkan bisa membantu evakuasi korban melalui jalan tikus. “Siapa tau ada warga yang bisa membantu untuk evakuasi korban lewat jalan tikus. Sementara dua opsi itu yang ada,” jelasnya. Dua opsi yang dimaksud adalah evakuasi udara memakai helikopter dan evakuasi darat lewat jalur warga.
Hingga kini, upaya evakuasi korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulu Saraung masih bergantung pada dua opsi tersebut. Basarnas Kota Makassar bersama tim gabungan rescue terus menyiagakan personel di sekitar lokasi sambil menunggu kondisi yang memungkinkan untuk melanjutkan proses evakuasi. (*)

Tinggalkan Balasan