Kolomdata.id — Washington – Partai Demokrat memenangkan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Amerika Serikat dalam pemilu sela 3 November 2026, memutus dominasi Partai Republik yang berkuasa dua tahun terakhir. Hasil itu menjadi pukulan telak bagi Presiden Donald Trump di sisa masa jabatannya.

Di Senat, Demokrat meraih sedikitnya 54 kursi, termasuk independen yang berkaucus dengan mereka, menurut proyeksi NPR dan sejumlah media AS. Perolehan itu melewati ambang mayoritas dan menandai peralihan kendali yang sebelumnya tidak diperhitungkan banyak analis.

Sedikitnya tujuh kursi Senat yang dikuasai Republik berpindah tangan, yakni North Carolina, South Carolina, Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Maine. Di North Carolina, mantan Gubernur Roy Cooper menang. Di South Carolina, dokter anak Annie Andrews mengalahkan Darline Graham, yang ditunjuk menggantikan saudara laki-lakinya, Senator Lindsey Graham, setelah meninggal tahun ini.

Kemenangan paling menonjol terjadi di Texas. James Talarico, 37 tahun, mengalahkan Jaksa Agung Texas Ken Paxton yang didukung langsung Trump. Ini pertama kali dalam lebih dari tiga dekade Demokrat memenangkan jabatan senator dari negara bagian itu. Di Kansas, Pendeta Metodis Adam Hamilton mengalahkan petahana Roger Marshall dan menjadi senator Demokrat pertama dari Kansas sejak 1932.

Di Maine, Senator Susan Collins yang telah lima periode menjabat mengakui kekalahan dari Troy Jackson. Di Ohio, Sherrod Brown mengalahkan Jon Husted. Sementara di Iowa, Josh Turek keluar sebagai pemenang. Sejumlah hasil lain, termasuk Alaska dan Mississippi, masih berlangsung ketat.

Di DPR, Demokrat memastikan mayoritas dari 435 kursi yang diperebutkan. Proyeksi sejumlah media menempatkan perolehan Demokrat di atas 220 kursi, dengan tambahan kursi di Pennsylvania, North Carolina, New Jersey, Kentucky, hingga Texas dan Florida. Angka final masih bergerak seiring penghitungan suara di sejumlah daerah pemilihan.

Pemilu juga mengubah peta gubernur. Di Texas, Gina Hinojosa mengalahkan petahana Greg Abbott yang mengejar masa jabatan keempat. Di Georgia, Keisha Lance Bottoms tercatat sebagai gubernur perempuan kulit hitam pertama. Sejumlah gubernur petahana dari Demokrat, seperti Josh Shapiro di Pennsylvania, JB Pritzker di Illinois, Wes Moore di Maryland, Maura Healey di Massachusetts, dan Kathy Hochul di New York, kembali menang.

Analisis media AS menyebut hasil ini dipengaruhi kemarahan pemilih atas tingginya biaya hidup, kebijakan tarif, dan perang dengan Iran yang mendorong kenaikan harga bahan bakar. Partisipasi pemilih kulit hitam di negara bagian selatan dan peralihan dukungan pemilih Hispanik ikut menguntungkan Demokrat, terutama di distrik-distrik perbatasan Texas-Meksiko.

Di kubu Republik, hanya sebagian kandidat yang bertahan. Senator Ashley Moody menang tipis di Florida, begitu pula anggota Kongres Byron Donalds yang terpilih sebagai gubernur kulit hitam pertama di negara bagian itu. Namun gelombang suara Demokrat membuat sejumlah petahana senior kalah.

Dengan menguasai kedua kamar, Demokrat kini dapat menahan agenda legislasi Trump dan membuka penyelidikan terhadap pemerintahan, termasuk soal kebijakan imigrasi dan dugaan korupsi. Konfigurasi ini diperkirakan mewarnai dua tahun terakhir masa jabatan Trump sekaligus mengubah arah perdebatan anggaran di Kongres.

Sumber: Fajar.co.id