KolomData.id – Makassar – Program rehabilitasi jaringan irigasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyasar sekitar 54.000 hektare sawah yang tersebar di 16 kabupaten. Proyek tahun jamak (multiyears) ini menelan total anggaran Rp780 miliar yang berasal dari hasil efisiensi APBD Sulawesi Selatan untuk tahun anggaran 2025-2027. Anggaran sebesar itu dikucurkan untuk memulihkan infrastruktur irigasi yang kondisinya kian menurun.
Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menilai langkah Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi tersebut sebagai kebijakan yang tepat dan berani. Menurut Hamka, proyek multiyears ini turut menopang swasembada pangan nasional. Ia menilai irigasi yang memadai memungkinkan lahan tadah hujan teraliri air secara optimal, sehingga produksi dan pendapatan petani ikut meningkat.
Hamka menyebut pembangunan jaringan irigasi terus dilakukan di Jeneponto, Takalar, Gowa, dan sejumlah daerah lain. Adapun daerah yang terdampak program ini meliputi Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Sebaran itu menunjukkan cakupan program menjangkau hampir seluruh wilayah pertanian di Sulawesi Selatan.
Per 13 September 2026, progres pekerjaan pada 39 daerah irigasi mencapai sekitar 17,8 persen sejak dimulai April 2026. Angka itu menunjukkan pekerjaan masih berjalan pada tahap awal. Namun, Pemprov Sulsel menegaskan program pemulihan ini diperlukan karena mayoritas infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi hingga tinggal tersisa sekitar 50 persen.
Penurunan fungsi itu membuat kapasitas saluran mengalirkan air menyusut, sehingga lahan pertanian tidak lagi mendapat pasokan air secara merata. Rehabilitasi jaringan irigasi diarahkan memulihkan daya angkut saluran agar air bisa menjangkau sawah yang sebelumnya mengandalkan curah hujan. Dengan begitu, lahan tadah hujan yang disebut Hamka dapat berubah menjadi lahan produktif sepanjang tahun.
Manfaat program ini tidak hanya dirasakan petani penerima air irigasi. Peningkatan produksi di 16 kabupaten menjadi bagian dari upaya menopang swasembada pangan nasional. Hamka menilai kebijakan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi sebagai langkah berani karena mengalokasikan anggaran besar dari efisiensi APBD untuk kepentingan jangka panjang sektor pertanian.
Dengan alokasi Rp780 miliar dan masa pengerjaan hingga 2027, rehabilitasi irigasi ini menjadi salah satu program infrastruktur pertanian terbesar Pemprov Sulsel. Keberhasilan pemulihan jaringan irigasi di 39 daerah irigasi akan menentukan sejauh mana air dapat mengalir optimal ke 54.000 hektare sawah yang menjadi sasaran. Sumber: Fajar.co.id
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan