KolomData.id – Parepare – PSM Makassar kembali gagal meraih kemenangan pada pekan ketiga Super League 2026/2027 setelah ditahan imbang Persita Tangerang 2-2 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (19/9/2026). Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Juku Eja dan menegaskan persoalan yang sama masih menghantui tim asuhan Darije Kalezic, yakni rapuhnya lini pertahanan.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menyalahkan kesalahan individu para pemainnya terkait kembali rapuhnya benteng pertahanan tim. Menurut dia, para pemain tidak menjalankan instruksi dengan baik sehingga lini belakang mudah ditembus lawan. Penilaian itu disampaikan Kalezic sebagai bentuk evaluasi atas performa skuadnya, terutama karena masalah pertahanan kembali muncul meski tim sudah memiliki modal mental untuk bangkit.
Dalam laga tersebut, Juku Eja dua kali tertinggal dan dua kali pula mampu menyamakan kedudukan. Salah satu gol penyama PSM dicatatkan Ananda Raehan. Kemampuan bangkit itu dinilai menunjukkan sisi mental pemain, tetapi belum cukup menutup persoalan pertahanan yang berulang. Dua kali tertinggal menggambarkan bahwa PSM harus bekerja keras mengejar ketertinggalan, bukan mengendalikan pertandingan sejak awal.
Persita Tangerang terlihat dominan menyerang, terutama lewat sisi kiri pertahanan PSM. Serangan dari sisi tersebut menjadi jalur yang paling sering merepotkan lini belakang Juku Eja. Kalezic pun mengakui sisi kanan pertahanan timnya masih menjadi celah yang harus segera dibenahi, terutama menghadapi laga-laga berikutnya. Dari keterangan pelatih, persoalan tidak hanya terletak pada sisi kiri yang diserang Persita, tetapi juga pada sisi kanan yang masih menyisakan celah.
Upaya memperbaiki pertahanan menjadi pekerjaan rumah yang mendesak. Persoalan lini belakang sebenarnya bukan hal baru. Pada dua pertandingan awal Super League musim ini, gawang PSM Makassar sudah kebobolan enam gol, sehingga Kalezic menegaskan bahwa pembenahan sektor pertahanan masih menjadi prioritas utama. Dengan tambahan dua gol dari Persita pada laga ini, kebobolan PSM terus bertambah dan menegaskan bahwa masalahnya tidak bersifat sesaat.
Kalezic menekankan bahwa para pemain perlu lebih disiplin menjalankan instruksi agar lini belakang tidak mudah ditembus lawan. Kesalahan individu yang berulang membuat upaya bangkit yang sudah diperlihatkan para pemain, termasuk melalui gol Ananda Raehan, tidak berbuah hasil maksimal. Mental bangkit memang menjadi modal, tetapi tanpa perbaikan struktur dan kedisiplinan bertahan, PSM berpotensi kembali kehilangan poin pada laga-laga selanjutnya.
Hasil imbang ini membuat PSM Makassar belum mengoleksi kemenangan sampai pekan ketiga Super League 2026/2027. Bagi Kalezic, laga melawan Persita seharusnya bisa menjadi pijakan untuk memperbaiki pertahanan yang sudah menjadi masalah sejak dua pertandingan awal. Perbaikan itu kini menjadi tuntutan utama sebelum Juku Eja melakoni pertandingan berikutnya.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan