Kolomdata.id – Ponorogo – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, tampil memberikan sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada acara peringatan seabad Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Sabtu (15/9). Dalam pidatonya, Kiai Hasan menyelipkan sejumlah gurauan yang membuat suasana menjadi riuh, mulai dari sindiran soal mencari muka hingga celetukan “sorry yee”.
Kiai Hasan mengaku sudah cukup lama menanti kehadiran Prabowo di Gontor. Pikirannya terus tertuju pada rencana kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu. Bahkan ia sempat berkelakar, bila Prabowo tidak jadi hadir, ia bingung harus menaruh mukanya di mana, sehingga ia pun mengatakan harus mencari muka. Ucapan itu langsung disambut tawa dan sorak hadirin.
Gurauan Kiai Hasan berlanjut dengan menyebut berbagai fenomena “cari muka” yang menurutnya banyak terjadi. Orang yang tidak punya ijazah mencari ijazah, yang tidak punya nama mencari nama, yang tidak punya uang mencari uang, yang tidak punya jabatan mencari jabatan, dan yang tidak punya muka pun mencari muka. Ketika hadirin bertepuk tangan, ia malah menegur dengan canda agar tidak bertepuk tangan pada waktu yang tidak tepat, disusul ucapan sorry yang lagi-lagi mengundang tawa.
Dalam kesempatan yang sama, Kiai Hasan menyinggung pesan Presiden pertama Soekarno tentang pentingnya tidak melupakan sejarah. Namun, ia menekankan bahwa Gontor tidak berhenti pada belajar dari sejarah. Gontor, katanya, ingin ikut membangun sejarah dan tidak menyerah pada keadaan. Ia menyebut pendidikan sebagai jalan yang tetap dipilih Gontor untuk membangun bangsa.
Kiai Hasan juga menegaskan bahwa Gontor adalah tempat bertemunya bermacam latar belakang organisasi Islam. Santri dari kalangan Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah menimba ilmu di sana, lalu kembali berkontribusi di lingkungan masing-masing. Gontor, ujarnya, tetap berpegang pada iman, Islam, dan ihsan sesuai ijtihad para pendirinya. Ia bercerita, dirinya pernah dianggap condong ke Muhammadiyah, tetapi semua menantunya justru berasal dari kalangan NU, sehingga ia menyebut dirinya mendapat gelar baru, Aswaja-Wahabi.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya meminta para santri dan santriwati Gontor melanjutkan perjuangan membangun bangsa. Menurutnya, generasi santri inilah yang akan mengambil alih estafet kepemimpinan dan meneruskan cita-cita bangsa pada masa mendatang. Ia berpesan agar para santri memegang teguh nilai-nilai yang ditanamkan Gontor serta berbuat terbaik bagi bangsa dan umat.
Prabowo juga mengaitkan perjalanan seratus tahun Gontor dengan cita-cita yang ditanamkan para pendirinya, yakni K.H Ahmad Sahal, K.H Zainuddin Fananie, dan K.H Imam Zarkasyi. Cita-cita luhur itu, menurutnya, telah berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah Indonesia hingga penjuru dunia.
Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan