KolomData.id – Makassar – Sebanyak 464 kepala sekolah di Kota Makassar mengikuti asesmen yang digelar Dinas Pendidikan setempat. Peserta asesmen ini terdiri dari 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pembinaan kepemimpinan di satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, di wilayah tersebut.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Ia juga menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang peningkatan karakter dan penguatan budaya lokal. Menurut Appi, kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan pemimpin pembelajaran yang harus mampu menggerakkan guru, siswa, dan lingkungan sekolah. Pandangan itu menjelaskan mengapa asesmen dipandang perlu, yakni untuk memastikan kepemimpinan sekolah diisi figur yang kompeten dan berintegritas.
Proses penugasan guru sebagai kepala sekolah mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan dalam Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021. Regulasi tersebut menjadi rujukan dalam menentukan siapa yang layak menjabat kepala sekolah. Pemkot Makassar sebelumnya juga melibatkan akademisi, praktisi hukum, dan pemerhati pendidikan dalam tahapan seleksi. Pelibatan sejumlah pihak itu dilakukan agar prosesnya transparan dan terhindar dari praktik menyimpang.
Asesmen ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan terhadap kepala sekolah. Selain itu, kegiatan tersebut berfungsi sebagai sarana evaluasi kinerja kepemimpinan di satuan pendidikan negeri maupun swasta. Dengan demikian, hasil asesmen tidak hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga dasar untuk menilai sejauh mana kepala sekolah menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan seluruh elemen sekolah.
Sejumlah pihak menyebut asesmen ini penting karena kepala sekolah berperan langsung dalam menggerakkan guru dan siswa. Kompetensi dan integritas kepala sekolah menjadi faktor yang menentukan kualitas kepemimpinan di masing-masing satuan pendidikan. Karena itu, tahapan seleksi yang transparan dan melibatkan berbagai kalangan dinilai krusial agar jabatan kepala sekolah diisi orang yang tepat.
Asesmen yang diikuti 464 kepala sekolah ini mencakup tiga kelompok peserta, yakni 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta. Keikutsertaan sekolah swasta menunjukkan bahwa pembinaan kepemimpinan tidak hanya menyasar sekolah negeri. Hal ini sejalan dengan penekanan Appi bahwa sekolah, baik negeri maupun swasta, harus beradaptasi dengan kebutuhan zaman sekaligus memperkuat karakter dan budaya lokal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kota Makassar dalam membina dan mengevaluasi kepemimpinan sekolah secara berkelanjutan. Dengan mengacu pada regulasi yang berlaku serta melibatkan akademisi, praktisi hukum, dan pemerhati pendidikan, proses penugasan kepala sekolah diharapkan berjalan transparan. Hasilnya diarahkan pada terwujudnya kepemimpinan sekolah yang kompeten dan berintegritas di seluruh satuan pendidikan di Makassar.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan