Kolomdata.id – Teheran – Sebuah rekaman video yang menampilkan sosok objek bercahaya di langit Ibu Kota Iran, Teheran, mendadak menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Kemunculan benda tak dikenal tersebut terjadi saat tensi politik kawasan sedang memanas, terutama akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah eskalasi serangan dari kelompok Houthi di Yaman. Situasi yang tidak kondusif itu membuat penampakan tersebut langsung dikaitkan dengan berbagai spekulasi liar warganet.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa cahaya LED berwarna-warni terlihat berkedip di sekitar kawasan Jalan Tol Azadegan, Teheran. Objek tersebut dideskripsikan melayang di ketinggian rendah dengan laju yang cukup cepat. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak berwenang yang memberikan keterangan resmi terkait kecepatan, ketinggian, jarak, maupun dimensi pasti dari benda tersebut. Ketiadaan data valid ini semakin memperkuat spekulasi di kalangan pengguna media sosial.

Dalam klip yang belum terverifikasi itu, benda tersebut tampak seperti wahana terbang dengan lampu yang sangat terang. Sebagian warganet menduga objek itu merupakan drone, sementara yang lain bersikeras menyebutnya sebagai UFO. Ada pula yang menduga benda tersebut adalah pesawat militer yang sedang beroperasi. Hingga kini, identitas objek misterius itu masih menjadi teka-teki.

Kemunculan video ini tidak lepas dari konteks geopolitik yang sedang bergolak. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya melontarkan ancaman baru terhadap pimpinan Iran. Ancaman tersebut dibalas oleh militer Iran dengan peringatan mengenai kemungkinan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS yang berada di kawasan tersebut. Ketegangan ini membuat setiap kejadian tidak biasa di langit Iran cepat menarik perhatian publik internasional.

Meskipun demikian, tidak ada bukti yang menghubungkan secara langsung antara objek bercahaya itu dengan aktivitas militer atau konflik yang sedang berlangsung. Videonya sendiri masih diragukan keasliannya dan belum diverifikasi oleh pihak independen. Publik pun diimbau untuk tidak langsung mempercayai spekulasi yang beredar tanpa konfirmasi resmi.

Sumber: Okezone