Kolomdata.id — Luwu – Bupati Luwu Patahudding mengikuti kegiatan panen padi di Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026). Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Kamanre, serta Kepala Satpol PP setempat.
Menurut Bupati, panen di Kabupaten Luwu tahun ini hampir mencapai seribu hektare, dan khusus di Kecamatan Kamanre sekitar 500 hektare telah memasuki masa panen. Hasil panen tersebut disebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan capaian sebelumnya.
Capaian itu dinilai sebagai kabar baik bagi petani, terlebih di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Luwu. Sebagian petani masih memperoleh hasil panen karena mengikuti pola dan waktu tanam yang disarankan pemerintah melalui para penyuluh pertanian.
Bupati menjelaskan, luas hamparan persawahan di Kabupaten Luwu mencapai sekitar 40 ribu hektare, namun cuaca kemarau turut berdampak pada sektor pertanian. Gagal panen tercatat sekitar 2.000 hektare akibat kemarau panjang.
Selain persoalan cuaca, kebutuhan alat dan mesin pertanian masih menjadi perhatian. Bantuan alsintan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dinilai sangat membantu petani meningkatkan produktivitas dan mempercepat pengolahan hasil, meski kebutuhan mesin panen termasuk combine harvester disebut masih besar.
Pemerintah daerah juga menyoroti ketersediaan air untuk menjaga keberlangsungan tanaman padi pada musim kemarau. Di sisi lain, harga gabah di Kabupaten Luwu saat ini berada di kisaran Rp7.200 per kilogram dan sempat menyentuh Rp7.500 per kilogram, yang dinilai memberi nilai tambah bagi petani.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan