KolomData.id – Enrekang – Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga meresmikan Jembatan Gantung Desa Kaluppini, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Rabu (23/9/2026). Peresmian ini menandai kembali terbukanya akses penghubung bagi warga di lima desa kawasan Enrekang Timur. Jembatan gantung tersebut menjadi sarana vital yang selama ini dinantikan masyarakat karena menghubungkan wilayah-wilayah desa yang terpisah.

Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta. Dukungan dana datang melalui tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero). Besi jembatan sebelumnya merupakan hibah Pemerintah Daerah, lalu pembangunannya dilanjutkan melalui swadaya masyarakat dan bantuan CSR Pertamina. Kolaborasi tiga pihak itu menunjukkan bahwa penyelesaian infrastruktur desa tidak selalu bergantung pada anggaran pemerintah semata.

Bupati Enrekang menyebut kehadiran jembatan sebagai penanda penting semangat gotong royong dalam pembangunan. Ia mengapresiasi dukungan Pertamina yang membantu penyelesaian jembatan, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran. Menurutnya, bantuan tersebut mempercepat terwujudnya sarana yang dibutuhkan warga. Apresiasi itu disampaikan langsung dalam acara peresmian yang berlangsung di lokasi jembatan.

Camat Enrekang, Ilham, menyatakan jembatan tersebut akhirnya bisa menjadi akses bagi lima desa di Enrekang Timur. Pernyataan itu menegaskan bahwa keberadaan jembatan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut mobilitas warga antardesa. Bagi masyarakat setempat, jembatan menjadi jalur penghubung antardesa yang dipakai menjalankan aktivitas sehari-hari. Akses yang sebelumnya terputus kini kembali normal sehingga kegiatan warga tidak lagi terhambat.

Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto, bersama tim turut hadir dalam peresmian tersebut. Kehadiran pihak perusahaan menegaskan komitmen terhadap program CSR yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dukungan Pertamina menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian jembatan yang sempat terbengkalai. Peresmian ini sekaligus menutup rangkaian panjang pembangunan yang melibatkan banyak pihak.

Menurut sumber Harian Fajar, jembatan ini memulihkan akses sekitar 5.000 warga di kawasan pegunungan Enrekang. Angka tersebut menggambarkan besarnya dampak jembatan bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga lima desa. Dengan kembali terhubungnya akses, aktivitas harian seperti pertanian, pendidikan, dan perdagangan dapat berjalan lebih lancar. Jembatan gantung itu pun menjadi simbol kebersamaan warga dan pemerintah dalam membangun daerah.

Peresmian Jembatan Gantung Desa Kaluppini menjadi catatan penting bagi pembangunan di Kabupaten Enrekang. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta melalui CSR memperlihatkan pola pembangunan yang melibatkan banyak pihak. Ke depan, keberadaan jembatan ini diharapkan menjaga konektivitas lima desa di Enrekang Timur. Sumber: Harian Fajar.

Sumber: Harian Fajar