Kolomdata.id – Serang – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polri memastikan pria tanpa identitas yang ditemukan di Perairan Bengkulu, tepatnya Pulau Enggano, adalah Surakman, pria berusia 60 tahun. Ia merupakan kru Kapal Arupadhatu 1 yang mengangkut rombongan jurnalis. Kepastian itu diperoleh setelah proses pencocokan data primer jenazah dengan sampel dari keluarga korban.

Kapolda Banten, Irjen Hengki, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu mendapat kabar penemuan jasad di Pulau Enggano. Polda Banten lantas menjalin komunikasi dengan Polda Bengkulu guna memastikan proses identifikasi berjalan lancar. Koordinasi itu bertujuan menyelaraskan data antemortem yang dihimpun dari keluarga kru Kapal Arupadhatu 1 dengan kondisi jenazah yang ditemukan.

Menurut Hengki, pencocokan dilakukan melalui sejumlah data primer. Sidik jari, gigi, serta DNA keluarga korban menjadi rujukan utama dalam proses identifikasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan DNA yang digarap tim DVI Biddokkes Polri, jenazah pria tanpa identitas itu terkonfirmasi sebagai SU, inisial yang merujuk pada Surakman, salah satu kru Kapal Arupadhatu 1.

Penemuan jasad Surakman menjadi salah satu titik terang dalam pencarian rombongan jurnalis yang sebelumnya dilaporkan hilang. Kapal Arupadhatu 1 diketahui membawa sejumlah wartawan saat melintasi Perairan Selat Sunda. Rombongan itu hendak meliput kawasan Gunung Anak Krakatau ketika kapal mengalami insiden.

Hasil identifikasi ini dinilai Hengki sebagai bagian krusial dari rangkaian upaya pencarian yang masih berlangsung. Kejelasan identitas korban membantu aparat memetakan situasi di lapangan sekaligus memandu langkah lanjutan dalam operasi pencarian. Polda Banten memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur ilmiah yang ketat.

Hingga kini, upaya pencarian terhadap seluruh rombongan jurnalis dan kru kapal masih menjadi perhatian sejumlah pihak. Identifikasi jenazah Surakman menambah daftar temuan dalam insiden yang terjadi di Perairan Selat Sunda tersebut. Pihak berwenang belum merinci perkembangan terbaru terkait nasib penumpang dan kru lainnya.

Sumber: JPNN.com