
Kolomdata.id — Aan Firmansyah memeluk dan mencium ibunya, Nursia. Begitu juga saudara dan puluhan keluarga yang ikut mengantarnya di Terminal Bus Malili, Selasa malam, (06/10/2026).
Kehangatan ini, jadi penyemangat bagi Aan Firmansyah untuk belajar bahasa Mandarin di China University of Petroleum selama satu tahun. Ia meyakinkan dirinya untuk giat belajar. Tak boleh ada yang dikecewakan.
Terutama pihak manajemen PT Gunung Verbeck Karebbe (GVK) yang jadi sponsor penuh program belajar bahasa Mandarin yang dijalani putra pasangan Alm. Mashar dan Nursia.
“Perasaanku toh kayak tidak percaya saya bisa dititik mau ke negera orang. Dan semua itu dikabulkan Allah melalui perantara kebaikan nya Aji (Haji Arfa),” ungkap Aan melalui pesan WhatsApp kepada kolomdata.id.
“Tidak bisaka kurasa bahasakan, saking bahagia ku karena aji na percaya sekali ka untuk bisa kesana belajar kasi. Makanya, kepercayaannya aji buat saya, itu yang kupegang disana untuk giat belajar, dimana umurku yang kubilang tidak lagi muda ini tapi bisa ja bersaing sama umur yang muda-muda,” sambung pemuda yang tinggal di Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur ini.
Dengan modah kefasihan berbahasa Inggris yang dimiliki, Aan Firmansyah optimis tak sulit untuk menguasai bahasa Mandarin. “Jadi tidak terlalu susah ka di sana (China), karena pasti penuturnya untuk belajar bahasa disana pasti Inggris ndag langsung Mandarin, hehe,” ungkapnya lagi melalui pesan.
Rabu, 07 Oktober, Aan Firmansyah sudah berada di Bandara Sultan Hasanuddin tujuan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. “Saya tunggu Visa Keluar sekitar 4-5 hari di Jakarta, lalu berangkat ke China,” bebernya.
Jadwal keberangkatan Aan Firmansyah dari Jakarta Ke China dijadwalkan tanggal 13 Oktober. Dari Jakarta tujuan Xiamen. Transit di Xiamen lanjut ke Qingdao pada tanggal 14 Oktober.
“Saya sudah siapkan mental dan niat yang harus dipersiapkan, kesehatan, perlengkapan mulai dri pakaian tebal untuk winter season, obat-obatan, serta berkas-berkas mulai dari pengurusan passport, admission letter, jw202, pengurusan visa yg harus di lakukan offline lngsung di Jakarta,” bebernya.
Ibu Aan Firmansyah, Nursia menitip pesan agar menjaga diri di negara berjulukan Negeri Tirai Bambu. Jaga kesehatan karena harus beradaptasi dengan makanan.
“Ibu titip pesan ke saya untuk selalu jaga sholat. Selalu berperilaku yg baik ke sesama teman karena beda budaya sama kita. Dan selalu jaga kepercayaan nya Aji karena berkat beliau saya bisa ke China belajar Bahasa Mandarin,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan