Kolomdata.id — Makassar – PSM Makassar menggelar syukuran hari ulang tahun ke-111 secara internal di Top Room lantai 19 Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (1/11/2026). Perayaan berlangsung sehari sebelum tanggal kelahiran klub, 2 November, dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Juku Eja.

General Manager PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menjelaskan, keputusan memajukan perayaan diambil setelah berdiskusi dengan tim kepelatihan dan tim teknis. Alasannya jadwal pertandingan yang padat karena skuad harus berlaga di dua kompetisi, sementara tanggal 2 November sudah bersinggungan dengan agenda perjalanan dan persiapan laga League Cup pada 3 November.

“Jadi penyelenggaraan 111 tahun PSM dilaksanakan 1 November siang karena hasil diskusi dengan tim kepelatihan dan tim teknis. Kalau tanggal 2 itu bersamaan dengan jadwal kami travel dan persiapan game League Cup tanggal 3,” kata Fajrin di lokasi acara.

Karena itu pula perayaan belum melibatkan suporter. Manajemen menyebut rencana perayaan bersama pendukung sebenarnya sudah dibahas, tetapi jadwal anyar League Cup yang diterima sekitar dua pekan sebelum pelaksanaan memaksa penyesuaian. Perayaan internal tetap berlangsung meriah dan dihadiri pengurus, staf, serta para pemain.

Dalam sambutannya, Founder Bosowa Group HM Aksa Mahmud menegaskan posisi historis PSM sebagai klub sepak bola tertua di Indonesia. Klub ini berdiri pada 1915 dengan nama awal Macassarche Voetbalbond, mendahului klub-klub pendiri perserikatan lain. Menurutnya, dari lima klub besar era perserikatan, PSM satu-satunya yang belum pernah terdegradasi ke kasta kedua.

“PSM adalah klub tertua di Indonesia, lahir sebelum klub-klub pendiri perserikatan lainnya. Dari lima klub besar era perserikatan, hanya PSM Makassar satu-satunya klub yang belum pernah terdegradasi ke Liga 2. Ini catatan emas yang patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Aksa meminta manajemen memprioritaskan pembinaan pemain muda dari Sulawesi Selatan. Ia mendorong pemerintah daerah dan Asosiasi Provinsi PSSI Sulsel rutin menggelar kompetisi antarkabupaten dan antarkota setiap tahun, agar bibit pemain dari daerah punya jalur bertanding yang jelas. Tujuannya melahirkan generasi baru seperti legenda sepak bola Indonesia, Ramang, yang pernah mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.

Catatan itu relevan dengan posisi Munafri Arifuddin, mantan Direktur Utama PSM yang kini menjabat Ketua Asprov PSSI Sulsel. Dengan kursi di federasi daerah, pembinaan usia muda disebut bisa disinergikan antara klub, pemerintah daerah, dan asosiasi, bukan hanya bergantung pada program jangka pendek manajemen.

Suasana perayaan bertambah hangat karena pelatih PSM, Darije Kalezic, berulang tahun pada hari yang sama. Aksa menyerahkan kue ulang tahun kepada pelatih asal Bosnia itu di hadapan pemain dan staf, disusul doa bersama untuk perjalanan klub pada musim ini.

Agenda berikutnya sudah menanti. PSM dijadwalkan bertolak ke Surabaya untuk menghadapi De Red FC pada penyisihan Grup K League Cup di Stadion Gelora 10 November, Selasa (3/11/2026). Kompetisi itu diikuti 38 klub yang terdiri dari 18 tim Super League dan 20 klub Championship, bergulir mulai 3 November 2026 hingga 19 Mei 2027.

Sumber: Fajar.co.id