Kolomdata.id — Makassar – Produsen perlengkapan olahraga asal Jepang, ASICS, menyeleksi sekitar 100 pesepak bola muda di Makassar, Sabtu (31/10/2026). Peserta berusia 16–18 tahun itu berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dan bersaing untuk memperebutkan tempat pada ASICS Football Draft Combine 2027 di Jepang.

Seleksi berlangsung satu hari penuh, dari pagi hingga sore, di sebuah lapangan sepak bola di Kota Makassar. Perwakilan ASICS Indonesia, Gilang Irwan, menjelaskan bahwa penilaian awal menyasar kemampuan dasar para peserta, mulai dari akurasi mengoper bola, menembak, hingga menggiring bola sebelum mereka masuk ke tahap berikutnya.

Peserta yang lolos penilaian dasar kemudian dipertemukan dalam pertandingan tujuh lawan tujuh. Format ini dipakai untuk melihat bagaimana kemampuan teknik individu diterapkan dalam situasi permainan. Setelah itu, panitia memainkan para peserta dalam pertandingan 11 lawan 11 agar kualitas permainan bisa dinilai secara menyeluruh, termasuk kerja sama tim dan pengambilan keputusan di lapangan.

Proses pencarian bakat itu melibatkan sejumlah pelatih berpengalaman, antara lain Aldi Iqbal Tawakal, Randy Adam, dan Nursaelan Santoso. Aldi menilai antusiasme pesepak bola muda Sulawesi Selatan cukup tinggi dan berharap ada peserta dari daerah ini yang mampu bersaing pada tahap nasional. “Kita lihat hasilnya nanti, semoga hasilnya yang terbaik,” katanya.

ASICS Football Draft Combine 2026 sendiri digelar di empat kota. Jakarta menjadi kota pembuka pada 24 Oktober, lalu Makassar pada 31 Oktober, disusul Bandung dan Surabaya. Dari seluruh rangkaian kota itu, penyelenggara akan memilih 50 peserta terbaik untuk mengikuti seleksi lanjutan di Jakarta pada 20 Desember 2026.

Pada tahap final nanti, kemampuan para peserta akan dinilai oleh pemandu bakat dan pelatih dari dalam maupun luar negeri. Dari 50 peserta tersebut, hanya tiga pemain terbaik yang akan diberangkatkan mengikuti ASICS Football Draft Combine 2027 di Jepang. Kesempatan itu disebut membuka peluang karier yang lebih luas karena peserta bisa bersaing dengan talenta muda dari berbagai negara.

Penilaian dalam program ini tidak hanya melihat hasil akhir sebuah pertandingan, tetapi juga eksekusi teknik, kesadaran taktis, respons terhadap perubahan situasi permainan, dan cara peserta mengambil keputusan di lapangan. Pendekatan itu dipakai agar pemain yang terpilih benar-benar punya dasar kuat untuk berkembang di level berikutnya.

Dari sisi ASICS, program ini menjadi bagian dari komitmen membuka jalur kompetisi bagi pesepak bola muda Indonesia. Presiden Direktur ASICS Indonesia menegaskan bahwa talenta daerah, termasuk dari Sulawesi Selatan, perlu mendapat kesempatan mengejar mimpi dan menguji kemampuan di dunia sepak bola yang lebih luas, salah satunya lewat kompetisi di Jepang.

Program ini terbuka bagi pemain dari akademi sepak bola formal maupun mereka yang selama ini berlatih secara mandiri. Lewat jalur tersebut, ASICS berharap talenta muda Indonesia, termasuk dari daerah di luar Jawa, mendapat panggung untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengejar mimpi bermain di level internasional.

Sumber: Harian Fajar