Kolomdata.id – Bekasi – Kecelakaan maut melibatkan sebuah truk molen pengangkut semen menimpa halte di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Peristiwa nahas tersebut merenggut enam nyawa dan melukai enam orang lainnya. Polres Metro Bekasi Kota pun bergerak cepat dengan mengamankan pengemudi truk berinisial TM yang diduga menjadi penyebab insiden. Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Putu Kholis Aryana menyatakan bahwa TM kini ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota untuk menjalani rangkaian pemeriksaan.

Saat ini, TM masih diperiksa dengan status sebagai saksi. Meski demikian, penyidik tidak menutup peluang untuk menaikkan status hukumnya menjadi tersangka bila alat bukti yang terkumpul dinilai sudah memadai. Peningkatan status tersebut akan dilakukan apabila perkara bergulir ke tahap penyidikan. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menghimpun barang bukti, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Penyidik turut mendalami kondisi kendaraan yang dikemudikan TM, mencakup riwayat perawatan berkala serta pemenuhan kewajiban uji KIR. Dokumen-dokumen kendaraan akan dipelajari untuk melengkapi proses penyelidikan.

Berdasarkan data sementara, kecelakaan ini melibatkan 12 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang meninggal dunia yang terdiri dari lima orang dewasa dan satu anak. Jenazah para korban telah dievakuasi ke dua rumah sakit berbeda. Satu korban dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang, sementara lima korban lainnya dibawa ke RSUD Kota Bekasi. Adapun enam korban yang menderita luka-luka masih menjalani perawatan. Empat orang dirawat di RS Juwita dan dua lainnya di RS Siloam Rawa Panjang.

Mengenai kronologi kejadian, berdasarkan keterangan saksi, truk molen melaju dari arah timur menuju barat sebelum mengalami kecelakaan. Kondisi jalan di sekitar lokasi diketahui menurun. Truk bernomor polisi B 9548 MV itu diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintas di jalan tersebut. Sopir kemudian berupaya membanting setir untuk mengarahkan kendaraan mendekati tembok pembatas kampus BSI dengan Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi. Namun, kendaraan diduga tetap tidak terkendali akibat masalah pada sistem pengereman. Truk akhirnya menabrak 12 orang yang tengah menunggu transportasi umum di halte depan gerbang kampus BSI Kota Bekasi.

Kapolres turut menyampaikan belasungkawa atas insiden yang merenggut enam nyawa tersebut. Penanganan kasus ini menjadi perhatian mengingat lokasi kejadian berada di jalur yang menurun serta padat aktivitas warga. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dan pengemudi diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Langkah kepolisian selanjutnya adalah menuntaskan pemeriksaan saksi-saksi dan melengkapi dokumen kendaraan. Hasil penyelidikan akan menentukan apakah kasus ini dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan penetapan tersangka. Pihak kepolisian mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan berat, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum melintasi jalur menurun.

Kecelakaan di halte Jalan Cut Mutia ini menambah catatan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat di kawasan perkotaan. Halte yang berada di depan gerbang kampus BSI tersebut merupakan titik yang ramai dilalui penumpang angkutan umum. Kejadian ini pun menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan berat yang beroperasi di jalan raya.

Sumber: CNN Indonesia