Kolomdata.id — Bone – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 resmi dibuka di Stadion La Patau Matanna Tikka, Kabupaten Bone, Sabtu (7/11/2026). Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memimpin langsung seremoni pembukaan yang dihadiri ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan warga.
Ajang empat tahunan itu mempertemukan kontingen dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Sebanyak 45 cabang olahraga dipertandingkan selama sepekan, 7 hingga 14 November 2026. Kabupaten Bone menjadi tuan rumah utama dengan 24 cabang olahraga, sedangkan 21 cabang lainnya digelar di Kabupaten Wajo. Jumlah atlet dan ofisial diperkirakan mencapai 5.000 orang.
Pembukaan diawali parade defile kontingen. Setiap daerah menampilkan maskot dan seragam khasnya, dengan barisan dipimpin langsung bupati atau wali kota masing-masing. Stadion yang berada di Jalan Reformasi, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, itu dipenuhi penonton sejak sore.
Mendampingi gubernur dalam seremoni itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua TP PKK Kabupaten Bone Maryam Andi Asman, serta sejumlah kepala daerah, anggota dewan, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
Dalam sambutannya, Andi Sudirman menegaskan Porprov bukan sekadar kompetisi memperebutkan medali. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menjaring bibit unggul dari seluruh daerah. Ia menyebut penyelenggaraan Porprov sebagai bagian penting dari proses evaluasi dan pembinaan berjenjang, terutama untuk menyiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Mari meriahkan dan kemudian melihat bagaimana atlet kita sekitar 5 ribuan orang akan bertanding untuk 45 cabang olahraga. Semoga kita dapat melahirkan generasi-generasi untuk kemudian bisa bertanding di level olahraga nasional,” kata gubernur saat membuka Porprov di Kabupaten Bone.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap kehadiran kontingen dari seluruh kabupaten dan kota tidak hanya mendorong peningkatan prestasi olahraga. Perhelatan ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah, mulai dari sektor akomodasi dan transportasi hingga usaha mikro yang tumbuh di sekitar lokasi pertandingan.
Bagi Sulawesi Selatan, Porprov menjadi tolok ukur kedalaman talenta di setiap cabang. Sejumlah daerah mengirim atlet pelajar dan mahasiswa, sementara daerah lain mengandalkan atlet senior yang berpengalaman. Komposisi itu membuat persaingan perebutan medali diprediksi berlangsung ketat hingga hari terakhir.
Pembagian venue ke dua kabupaten menuntut penyesuaian jadwal pertandingan dan mobilitas kontingen. Bone dan Wajo dipercaya sebagai tuan rumah bersama setelah melalui penilaian kesiapan sarana olahraga dan akomodasi. Selama sepekan ke depan, kedua daerah menjadi pusat aktivitas olahraga provinsi, dengan agenda pertandingan yang berlangsung dari pagi hingga malam.
Selain atlet dan ofisial, pembukaan dihadiri pelatih, pengurus cabang olahraga, dan masyarakat yang memadati stadion. Parade defile menjadi bagian yang paling dinanti karena menampilkan identitas tiap daerah lewat kostum, musik, dan maskot kontingen.
Sumber: Fajar.co.id

Tinggalkan Balasan