Kolomdata.id — Samarinda – Gelandang PSM Makassar Stefan Jevtoski akhirnya angkat bicara setelah menerima kartu merah pada laga kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11/2026). Laga pekan kesembilan Super League 2026/2027 itu berakhir imbang 1-1, dengan Juku Eja hanya menyisakan sembilan pemain di lapangan.

Borneo FC unggul lebih dulu pada menit ke-43. Juan Villa melepaskan tendangan jarak jauh dari sekitar garis tengah lapangan setelah melihat kiper PSM Muhammad Ardiansyah terlalu jauh meninggalkan gawangnya. Bola melaju ke gawang kosong dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk tuan rumah hingga turun minum.

PSM menyamakan kedudukan pada menit ke-54. Achmat Fahrul Aditia menyelesaikan umpan tarik Rizky Eka Pratama dari sisi kiri. Gol itu sempat ditinjau Video Assistant Referee (VAR) sebelum disahkan wasit. Pelatih PSM juga menarik Ardiansyah dan memasukkan Hilman Syah pada awal babak kedua.

Tensi pertandingan meninggi di sisa babak kedua. Dusan Lagator mendapat kartu kuning pada menit ke-59 karena memutus serangan balik. Empat menit kemudian, Mufli Hidayat diusir wasit Erfan Efendi setelah VAR mengonfirmasi tindakan tidak sportif berupa tandukan kepada Hugo Samir. PSM harus bermain dengan sepuluh pemain.

Petaka kedua datang pada masa injury time, menit 90+8. Jevtoski diganjar kartu merah langsung setelah tinjauan VAR menyimpulkan pelanggaran berat. PSM pun menutup laga dengan sembilan pemain, tetapi mampu mempertahankan skor imbang sampai peluit panjang.

Melalui unggahan di Instagram Story akun pribadinya, @jevtoski45, Jevtoski mengakui reaksinya mungkin bukan tindakan yang paling tepat. Namun ia menegaskan sikap itu merupakan bentuk pembelaan diri untuk melindungi keselamatan fisiknya dari potensi cedera serius.

Ia mempertanyakan tindakan pemain Borneo FC bernomor punggung 35 yang menurutnya berpotensi membahayakan kepalanya. “Reaksi saya mungkin bukan yang paling tepat, namun apa yang akan terjadi jika pemain nomor 35 itu menghantam kepala saya dengan lututnya?” tulisnya. Menurut dia, tayangan ulang memperlihatkan bahwa satu-satunya niat pemain tersebut adalah menyakitinya.

Jevtoski juga menyinggung riwayat cedera panjang yang pernah membuatnya absen sekitar dua tahun. Pengalaman itu, katanya, membuatnya paham risiko yang bisa mengancam karier pesepak bola, sehingga ia memilih melindungi diri ketika menghadapi situasi yang dinilai membahayakan.

Gelandang asal Makedonia Utara itu turut menyayangkan keputusan wasit. Menurutnya, pemain lawan yang terlibat dalam insiden tersebut bisa meninggalkan lapangan tanpa hukuman, sementara dirinya harus menerima kartu merah. “Saya telah bekerja terlalu keras dan berkorban terlalu banyak untuk membiarkan seseorang mempertaruhkan karier saya seperti itu,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PSM Makassar maupun operator kompetisi belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut soal insiden tersebut. Hasil imbang membuat kedua tim sama-sama mengoleksi 10 poin, sementara PSM harus kehilangan dua pemain karena kartu merah pada laga berikutnya.

Sumber: Harian Fajar