KolomData.id – Makassar – Debut pelatih baru PSM Makassar, Tomas Trucha, berbuah manis. Dia berhasil mempersembahkan kemenangan untuk Juku Eja, sekaligus membawa PSM naik peringkat di klasemen sementara.

Kemenangan atas Dewa menjadi modal penting bagi PSM. Tambahan tiga poin dari laga tersebut langsung mengangkat posisi tim dari peringkat 14 ke peringkat 11 klasemen sementara. Lompatan tiga tingkat ini menjadi bukti bahwa pergantian pelatih membawa efek langsung terhadap hasil di lapangan.

Hasil ini memberi harapan bagi PSM untuk terus menjaga performa, demi bersaing kembali ke papan atas klasemen. Posisi ke-11 memang belum sepenuhnya aman, tetapi kemenangan di laga debut Trucha setidaknya menjadi titik awal yang positif bagi perjalanan tim di kompetisi musim ini.

Pada pertandingan ini, PSM tampil berbeda dari sebelumnya. Tim terlihat lebih tenang dan lebih teratur dalam memainkan pola. Ketenangan itu membuat PSM mampu mengendalikan permainan, sementara keteraturan pola membuat alur serangan dan pertahanan berjalan lebih rapi dibanding laga-laga sebelumnya.

Perubahan gaya permainan menjadi sorotan utama. Di era Bernardo Tavares, PSM bermain dengan ciri khas counter attack. Namun di era Trucha, PSM membawa warna baru dengan total football. Pergeseran pendekatan ini menuntut pemain lebih aktif menguasai bola dan bergerak tanpa bola, sehingga permainan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada serangan balik cepat.

Warna baru tersebut diharapkan bisa terus dipertahankan, agar performa terus terjaga. Konsistensi menjadi kunci, terutama karena lawan-lawan berikutnya akan semakin sulit. Termasuk saat menjamu PSBS Biak di Stadion BJ Habibie mendatang, laga yang akan menjadi ujian berikutnya bagi PSM di bawah asuhan Trucha.

Debut manis ini menjadi awal baru bagi PSM Makassar. Kemenangan atas Dewa, kenaikan peringkat dari 14 ke 11, serta peralihan gaya dari counter attack ke total football menjadi tiga hal yang menandai era Trucha. Jika mampu menjaga performa, harapan bersaing kembali ke papan atas klasemen bukan sekadar angan-angan. (*)