Kolomdata.id — GVK D’dayyan menaruh perhatian serius kepada atlet bola voli muda potensial. Beasiswa di Akademi Bandung Tectona juga disiapkan.
Dua orang pelajar SMA, Andika dan Ilham mendapat beasiswa dari GVK D’dayyan untuk belajar di Akademi Bandung Tectona. Soal Bandung Tectona, Anda pasti sudah tahu kalau klub bola voli ini tak sekadar berdiri sejak tahun 1988, tapi juga sukses melahirkan atlet voli nasional Republik Indonesia.
Andika dan Ilham sudah berangkat ke Bandung sejak Jum’at malam, 30 Oktober 2026. Per tanggal 1 November, keduanya sudah mulai masuk ke asrama Akademi Bandung Tectona.
Manager sekaligus Pemilik Klub GVK D’Dayyan, Muh Zaenal BM begitu konsisten membina atlet bola voli. Kecintaannya dengan olahraga ini, tak bisa diragukan lagi. Dengan sumber daya yang dimiliki, pembinaan dilakukan semaksimal mungkin.
“Andika itu seorang setter. Sementara Ilham bermain sebagai spike. Keduanya berbakat. Sehingga sangat layak untuk mendapatkan pembinaan di Bandung Tectona,” kata Zaenal BM kepada kolomdata.id.

Andika dan Ilham diberikan waktu selama tiga bulan untuk belajar di Akademi Bandung Tectona. “Tidak ada target. Minimal, ada yang beda setelah pulang dari Tectona. Jangka panjangnya, Lutim bisa maksimal main sebagai tuan rumah Porprov pada tahun 2030,” bebernya tersenyum.
GVK D’dayyan bebernya menyediakan beasiswa berkelanjutan di Akademi Bandung Tectona. Setelah Andika dan Ilham, giliran atlet bola voli perempuan yang akan dapat giliran.
“Jika ujian semester siswa selesai, dua atlet voli perempuan juga kita berangkatkan ke Bandung Tectona. Jadi bergiliran. Dan insyaallah program ini akan terus berlanjut,” ungkapnya.
Semangat Zaenal BM melakukan pembinaan atlet bola voli agak mirip dengan semangat Pemilik Klub Tectona, Dadi Saridji. Di awal karirnya, Dadi Sridji melakukan pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang.
Dia mulai melakukan pembinaan dari kategori kelompok umur pemula (sekolah dasar), pemula lanjutan (SMP), dan remaja (di bawah usia 17). Kemudian mengkombinasikan team muda dan senior hingga sukses merebut gelar juara Proliga pada tahun 2002.
GVK D’dayyan juga punya catatan rekor sangat baik di Kabupaten Luwu Timur. Ia menjadi klub yang langganan juara. (*)

Tinggalkan Balasan