KolomData.id – Makassar – Klub sepak bola tertua di Indonesia, PSM Makassar, kembali menorehkan hasil buruk pada musim ini. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh Madura United, catatan minor mereka kian bertambah. Dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani, PSM baru sekali meraih kemenangan. Padahal, nama besar PSM begitu menjanjikan sebagai klub tertua yang penuh sejarah. Namun kini, tim berjuluk Juku Eja itu terseok-seok untuk bangkit dari papan bawah klasemen.

Hasil imbang melawan Madura United tersebut memperpanjang catatan seri PSM menjadi enam pertandingan. Rentetan hasil itu membuat PSM hanya mampu bertengger di peringkat 14 klasemen sementara. Posisi tersebut jelas belum mencerminkan kapasitas tim yang memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional. Satu kemenangan dari sembilan laga menjadi gambaran nyata betapa sulitnya PSM keluar dari tekanan musim ini.

Setelah pertandingan, asisten pelatih PSM, Ahma Amiruddin, mengakui penampilan timnya tidak maksimal. Ia menyebut anak asuhnya bermain buruk sejak awal pertandingan, khususnya di babak pertama. Meski demikian, semangat pemain untuk tidak menyerah menjadi modal yang membuat PSM bisa menyamakan kedudukan. “Kami mengakui bermain buruk sejak awal pertandingan. Khususnya di babak pertama. Tapi pemain tidak mau kalah dan kita bisa menyamakan kedudukan,” kata dia, Minggu (02/11/2025).

Keterangan senada datang dari pencetak gol PSM, Abdul Rahman. Ia menegaskan timnya tidak puas dengan hasil imbang karena target mereka adalah kemenangan. Meski sudah berjuang habis-habisan, hasil akhir tidak sesuai harapan. “Kami tentu tidak puas dengan hasil imbang karena kami mau menang. Tetapi inilah sepak bola, semuanya bisa terjadi,” terangnya.

Dari rangkaian kejadian tersebut, terlihat pola yang berulang: PSM tertinggal lebih dulu akibat penampilan buruk di awal laga, lalu berusaha bangkit dan menyamakan kedudukan. Upaya itu menyelamatkan satu poin, tetapi tidak cukup untuk mengakhiri puasa kemenangan. Tambahan satu angka dari laga melawan Madura United hanya menegaskan posisi PSM yang masih terjebak di papan bawah.

Catatan seri yang kini mencapai enam pertandingan menunjukkan PSM lebih sering berbagi angka ketimbang memetik kemenangan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pelatih dan pemain untuk segera mencari solusi. Sebab, tanpa perbaikan, posisi di peringkat 14 klasemen sementara berpotensi terus menekan mental tim sepanjang musim.

Sebagai klub tertua di Indonesia, PSM Makassar menyandang beban sejarah dan ekspektasi besar dari pendukungnya. Nama besar itu kini berbanding terbalik dengan raihan hasil di lapangan. Perjalanan musim ini pun menjadi ujian tersendiri bagi PSM untuk membuktikan bahwa mereka masih mampu bangkit dan keluar dari keterpurukan.