Kolomdata.id — Makassar – PSM Makassar bersiap menghadapi Borneo FC pada laga pekan ke-9 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026). Kick off dijadwalkan pukul 15.30 WIB atau 16.30 Wita, dan Juku Eja dituntut memutus tren seret gol yang membayangi perjalanan mereka musim ini.

Sejauh musim ini PSM mengoleksi sembilan gol dan kebobolan 13, sehingga selisih golnya minus empat. Catatan itu berbanding lurus dengan posisi tim di papan klasemen sementara, yang membuat pelatih Darije Kalezic menilai kondisi tersebut bukan hal aneh.

Menurut Kalezic, akan janggal bila timnya punya selisih gol plus sementara posisi di klasemen masih di bawah. Ia menyebut kondisi itu sebagai cerminan performa yang belum sepenuhnya stabil, bukan semata persoalan lini depan.

Pelatih itu justru menyoroti perbaikan pertahanan dalam empat laga terakhir. Pada empat pertandingan awal, PSM kemasukan 11 gol, sedangkan pada empat laga berikutnya hanya kebobolan satu kali. Perbedaan itu dinilainya sebagai bukti evaluasi berjalan ke arah yang benar.

Kalezic juga menegaskan timnya tidak mengalami krisis kreativitas. Ia bersyukur para pemain terus menciptakan peluang di setiap pertandingan dan menganggap kemampuan membangun serangan sebagai modal penting untuk keluar dari tekanan.

Meski begitu, ia menuntut penyelesaian akhir yang lebih klinis. Peluang yang tercipta, menurut dia, harus direalisasikan menjadi gol, terutama pada laga melawan tim yang punya kualitas setara seperti Borneo FC. Pemain Stefan Jevtoski disebut ikut menyampaikan hal serupa di ruang ganti.

Soal klasemen, PSM mengumpulkan sembilan poin dari dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Borneo FC juga mengoleksi sembilan poin, tetapi berada satu tingkat di atas PSM karena selisih golnya minus dua, lebih baik dibanding minus empat milik Juku Eja.

Kesamaan poin membuat duel di Samarinda menjadi peluang bagi kedua tim memperbaiki posisi. Kalezic memilih tidak memandang jauh, ia menegaskan timnya hanya menyibukkan diri dengan pertandingan terdekat dan menjalani proses pengembalian PSM ke posisi yang semestinya secara bertahap.

Ia mengakui proses itu tidak mudah dan menuntut kerja keras seluruh elemen klub. Menurut dia, PSM harus melewati tahapan demi tahapan sebelum kembali bersaing di level teratas seperti musim-musim sebelumnya, dan laga kontra Pesut Etam menjadi ujian pertama dari proses tersebut.

Kompetisi musim ini diikuti 18 klub, sehingga pekan ke-9 masih berada di fase awal ketika papan atas dan papan bawah belum sepenuhnya terpisah. Bagi PSM, tambahan tiga angka di Samarinda tidak hanya memperbaiki posisi, tetapi juga menjaga jarak dari tekanan tim-tim di bawah. Hasil di Samarinda akan menjadi penanda apakah pembenahan yang disebut Kalezic sudah berjalan sesuai rencana.

Sumber: Harian Fajar