Kolomdata.id — Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar Makassar CSR Expo 2026 di Atrium Mal Panakkukang selama tiga hari, 6–8 November 2026. Kegiatan yang digagas Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Makassar itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-419 Makassar.
Expo dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mewakili Wali Kota Makassar, Jumat (6/11/2026). Dalam sambutannya ia menegaskan pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lain.
Menurut Zainal, tanggung jawab sosial perusahaan semestinya tidak dipahami sekadar sebagai kewajiban menyalurkan bantuan. CSR perlu diposisikan sebagai instrumen kolaborasi untuk menjawab persoalan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Sejumlah perusahaan yang beroperasi di Makassar terlibat dalam expo, antara lain PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), Bank Sulselbar, Pelindo Regional 4, Pertamina, Grab, Tol Indonesia, dan Bosowa Peduli. Penyelenggaraan kegiatan turut didukung Mr Green Production sebagai event organizer.
Zainal menyebut Makassar masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kemacetan, kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga persoalan lingkungan. Karena itu, program CSR diarahkan agar lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjadi ajang memperkenalkan capaian perusahaan.
Pada kesempatan itu ia memaparkan perkembangan ekonomi kota. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Makassar tercatat 6,6 persen pada triwulan pertama 2026 dan naik menjadi 7,04 persen pada triwulan kedua. Realisasi investasi yang masuk, merujuk data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, mencapai sekitar Rp5 triliun.
Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi dinilai perlu diikuti terbukanya kesempatan kerja lebih luas. Zainal mengingatkan angka pengangguran kota pada tahun sebelumnya masih berada di kisaran 9,80 persen, sehingga pertumbuhan dunia usaha diharapkan menyerap tenaga kerja dan menurunkan angka tersebut.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Makassar, Ansaruddin, menjelaskan expo dirancang sebagai wadah yang mempertemukan pemerintah, perusahaan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sinergi program tanggung jawab sosial. Banyak program CSR sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum diketahui luas oleh warga.
Melalui expo, Pemkot Makassar mendorong program CSR terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah melalui penguatan koordinasi, fasilitasi, pemantauan, dan evaluasi. Kegiatan ini juga membuka ruang komunikasi, konsultasi, serta penjajakan kerja sama bagi perusahaan yang ingin terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.
Dalam expo, sejumlah perusahaan menampilkan produk hasil program pemberdayaan, mulai dari produk usaha mikro binaan hingga hasil pelatihan keterampilan warga. Pemkot berharap pameran semacam ini memperluas pengetahuan masyarakat tentang kontribusi perusahaan dan mendorong lebih banyak pelaku usaha ikut serta dalam kegiatan sosial di kota.
Sumber: Harian Fajar

Tinggalkan Balasan