Kolomdata.id — Jakarta – AC Milan menelan kekalahan memalukan di kandang sendiri. Menjamu Ferencvaros pada matchday keempat fase liga Liga Europa 2026/2027, Rossoneri takluk 0-2 di Stadion San Siro, Kamis, 5 November 2026 malam waktu setempat, meski lawannya harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-77.

Dua gol kemenangan Ferencvaros dicetak Lenny Joseph pada menit ke-52 dan ke-66. Keduanya lahir dari skema yang hampir sama, dengan gelandang Norwegia Kristoffer Zachariassen menjadi pemberi umpan. Penyerang asal Haiti itu menjadi pemain paling menentukan di laga yang berlangsung di markas bersejarah Milan tersebut.

Gol pertama berawal dari kesalahan di lini belakang Milan. Umpan balik Koni De Winter yang memantul gagal dikontrol kiper Lorenzo Torriani, lalu Zachariassen merebut bola dan menyodorkannya kepada Joseph yang tinggal menceploskan bola ke gawang kosong. Milan nyaris membalas cepat melalui Omari Hutchinson, tetapi tembakan rendahnya melebar dari gawang.

Pada menit ke-66, Ferencvaros kembali menghukum tuan rumah lewat serangan balik cepat. Zachariassen berlari menyisir sisi kiri, masuk ke kotak penalti, lalu mengirim umpan mendatar yang diselesaikan Joseph dari jarak dekat. Milan meningkatkan tekanan setelah itu, namun penyelesaian akhir mereka tetap tumpul dan hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Ferencvaros sempat kehilangan satu pemain pada menit ke-77. Pemain pengganti Bamidele Yusuf mendapat kartu merah langsung dari wasit setelah peninjauan VAR, karena dinilai menyikut wajah bek Milan Mario Gila. Bermain dengan sepuluh orang, tim tamu bertahan rapat dan kiper Denes Dibusz beberapa kali menyelamatkan gawang, termasuk saat menepis tembakan menyudut Hutchinson.

Hasil ini memperburuk posisi Milan di fase liga. Dari empat pertandingan, juara Italia itu baru mengumpulkan tiga poin dan terlempar dari 24 besar klasemen, zona yang menentukan kelolosan ke babak gugur. Milan datang ke laga ini dengan modal kemenangan derby, tetapi modal tersebut tidak berbuah karena lini belakang dan penyelesaian akhir sama-sama bermasalah.

Sebaliknya, Ferencvaros mengoleksi 12 poin dari empat laga dan menjaga rekor sempurna. Menurut catatan Flashscore, ini menjadi kemenangan beruntun keempat mereka di kompetisi Eropa, pencapaian pertama sejak 1968, dalam musim pertama Balazs Borbely sebagai pelatih. Rombongan tamu tampil disiplin meski harus menahan gempuran tuan rumah pada menit-menit akhir.

Bagi Milan, kekalahan ini menambah tekanan di kompetisi Eropa setelah sebelumnya juga kehilangan poin di laga-laga awal. Ini menjadi kekalahan ketiga Milan dari empat pertandingan fase liga. Zachariassen dinobatkan sebagai pemain terbaik laga versi Flashscore berkat dua umpan golnya. Pelatih dituntut segera membenahi organisasi pertahanan dan ketajaman lini depan sebelum pertandingan berikutnya, sebab peluang bertahan di Liga Europa semakin sempit jika tren negatif berlanjut.

Sumber: Harian Fajar