Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

News

Perseroda Lutim Jadi Marketing Distributor Pom Minyak Goreng

badge-check


					Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam saksikan (MoU) operasional dan penjualan DPO minyak goreng antara PT. Luwu Timur Gemilang (Perseroda) dengan CV. Mitra Plastik Jaya (MPJ), Rabu, (10/09/2025) Perbesar

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam saksikan (MoU) operasional dan penjualan DPO minyak goreng antara PT. Luwu Timur Gemilang (Perseroda) dengan CV. Mitra Plastik Jaya (MPJ), Rabu, (10/09/2025)

Kolomdata.id — Ketersediaan minyak goreng di Lutim bakal terjamin. Pom minyak goreng akan hadir di outlet-outlet pelaku usaha. Termasuk Bumdes maupun Koperasi Merah Putih. Itupun jika berminat.

 

Sebab, pom minyak goreng ini tidak gratis. Dari penelusuran Kolomdata.id, PT Parama Artha Buana yang memproduksi mesin berkapasitas 1000 liter ini, membandrol harga Rp 39 juta. Tapi ini harga di Jawa Barat. Bukan di Sulawesi Selatan.

 

Rabu, (10/09/2025), PT Luwu Timur Gemilang (LTG, Perseroda) membuat perjanjian kerjasama dengan CV. Mitra Plastik Jaya (MPJ). Perusahaan mitra PT Parama Artha Buana untuk wilayah Sulawesi Selatan.

 

“Kita pada posisi kerja sama dalam bentuk distribusi. Langkah awal seperti itu (marketing penjualan, red),” kata Ikal kepada kolomdata.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis, (11/09/2025).

 

Target pasar penjualan pom minyak goreng bebernya, pelaku usaha UMKM, Bumdes, dan Koperasi Merah Putih di setiap desa. “Harganya masih kita bicarakan. Karena jaraknya,” ungkapnya.

 

Termasuk teknis hingga pembagian keuntungan sambung Ikal, masih dalam pembahasan dengan pihak mitra. Apalagi, minyak goreng ini non subsidi.

 

Ikal memastikan, jika minyak goreng yang dihadirkan kualitas premium. Setara dengan minyak goreng Sinar Mas dan Bimoli. “Sudah ada sampelnya. Mereka jamin itu,” jelasnya.

Menurutnya, upaya ini langkah awal untuk membangun pabrik minyak goreng sendiri. Karena tak mudah untuk mewujudkan hal tersebut. Meski ada tiga pabrik kelapa sawit di Luwu Timur yang beroperasi.

 

“Kita butuh kemandirian BUMD. Karena kita baru mulai. Seandainya sudah pada posisi mandiri. Sudah bisa menopang dirinya sendiri. Bisa. Tapi target kita ke situ (produksi minyak goreng),” imbuhnya. (*)

 

Baca Lainnya

Oknum Sales Anak Perusahaan Japfa Group Diduga Jadi Dalang Monopoli Pasar

11 Februari 2026 - 07:00 WITA

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi

10 Februari 2026 - 16:09 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal