Operasi pencarian pesawat yang sempat dilaporkan hilang kontak di Sulawesi Selatan memasuki babak baru setelah tim gabungan menemukan sejumlah puing penting di kawasan utara Puncak Gunung Bulusaraung. Temuan ini dianggap sebagai titik terang yang mampu mempersempit area pencarian, sekaligus memicu perluasan pergerakan tim SAR ke sejumlah lokasi prioritas. Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, menegaskan bahwa serpihan yang ditemukan menjadi petunjuk kunci bagi kelangsungan operasi di lapangan.
Menurut Arif, prioritas utama saat ini adalah pengamanan lokasi temuan, pendataan serpihan secara menyeluruh, serta penyesuaian strategi operasi agar sesuai dengan kondisi medan yang terbilang ekstrem. Ia menambahkan bahwa sejumlah titik berada di area lereng yang curam dan terjal, sehingga dibutuhkan peralatan khusus seperti perlengkapan mountaineering atau climbing untuk memastikan personel dapat menjangkau lokasi dengan aman. Keselamatan para petugas tetap menjadi pertimbangan paling utama dalam setiap langkah operasi yang dijalankan.
Dari pantauan di lapangan, rangkaian penemuan dimulai pada pukul 07.46 WITA ketika tim mendapati potongan kecil yang merupakan bagian jendela pesawat, persisnya di titik koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT. Tak lama berselang, pada pukul 07.49 WITA, bagian badan pesawat dengan ukuran lebih besar berhasil ditemukan di lokasi yang tidak jauh dari titik awal. Informasi berikutnya masuk pada pukul 07.52 WITA, menyebutkan bahwa bagian puncak pesawat telah terbuka dan bagian ekor berada di sebelah selatan lereng bawah area kejadian.
Seiring berjalannya waktu, unsur SAR terus melakukan penyesuaian pergerakan termasuk menggeser Search and Rescue Unit (SRU) menuju titik-titik yang dianggap paling prioritas. Pada pukul 08.02 WITA, serpihan berukuran besar kembali terpantau oleh SRU aju melalui pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal. Kemudian pada pukul 08.11 WITA, tim aju melaporkan kebutuhan mendesak akan peralatan tambahan berupa perlengkapan pendakian untuk menembus medan yang sulit dijangkau.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, hingga dukungan penuh dari masyarakat setempat. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berjalan intensif. Pihak berwenang memastikan bahwa setiap perkembangan yang terjadi di lapangan akan disampaikan secara resmi kepada publik melalui kanal resmi yang ada.

Tinggalkan Balasan