KolomData.id – Makassar – Polres Pelabuhan Makassar mengerahkan personel untuk mengamankan dan mengatur lalu lintas di sekitar sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengalami peningkatan antrean bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir. Penurunan personel itu dilakukan atas perintah Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti. Pengamanan difokuskan pada titik-titik SPBU yang ramai didatangi kendaraan, seiring antrean yang terus memanjang sejak beberapa hari belakangan.

Antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan menjadi alasan utama penempatan personel. Polisi tidak hanya menjaga ketertiban warga yang menunggu giliran mengisi BBM, tetapi juga mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak meluas ke ruas jalan sekitar. Proses pengisian BBM diharapkan berjalan aman dan tertib dengan kehadiran petugas di lapangan, sekaligus memastikan tidak ada gangguan keamanan di lokasi antrean.

Petugas di lapangan juga mengimbau pengendara tetap sabar serta mematuhi arahan selama menunggu giliran. Imbauan itu disampaikan agar warga tidak terpicu keributan atau penumpukan kendaraan yang bisa memperparah situasi. Pengaturan arus dilakukan supaya kendaraan yang mengantre tidak menutup akses jalan bagi pengguna lain yang melintas di sekitar SPBU.

Antrean panjang tidak hanya terjadi di satu atau dua SPBU. Peningkatan antrean muncul di banyak titik di Kota Makassar dan sekitarnya. Kondisi itu berkaitan dengan persoalan distribusi BBM dan LPG 3 kilogram yang tengah berlangsung. Akibatnya, kendaraan yang hendak mengisi BBM harus menunggu lebih lama, sementara sebagian warga turut terdampak pada kebutuhan gas melon untuk rumah tangga.

Langkah Polres Pelabuhan Makassar menyasar langsung lokasi-lokasi yang dipadati kendaraan. Personel dikerahkan untuk mengurai antrean agar tidak menumpuk di jalan, sekaligus menjaga jarak antarkendaraan saat mengantre. Dengan penempatan itu, proses pengisian diharapkan berlangsung lebih teratur dan tidak menimbulkan kemacetan baru di sekitar SPBU.

Masyarakat berharap pasokan BBM dan LPG 3 kilogram segera normal. Harapan itu muncul karena aktivitas harian warga, mulai dari bekerja hingga kebutuhan rumah tangga, bergantung pada ketersediaan kedua jenis bahan bakar tersebut. Selama pasokan belum pulih, antrean di SPBU diperkirakan masih terjadi dan pengaturan arus oleh petugas masih dibutuhkan.

Persoalan distribusi BBM dan LPG 3 kilogram menjadi konteks utama dari antrean yang terjadi di Kota Makassar dan sekitarnya. Penurunan personel oleh Polres Pelabuhan Makassar merupakan respons atas dampak langsung distribusi tersebut di lapangan. Sumber: Harian Fajar.

Sumber: Harian Fajar