Wakil Ketua Forum Anak Kabupaten Luwu Timur, Khairunisa, menyampaikan bahwa pembinaan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas masih jauh dari kata optimal. Hal ini terjadi lantaran dukungan penuh dari pemerintah daerah belum dirasakan. Padahal, keterlibatan anak-anak dalam berbagai kegiatan positif sangat bergantung pada ketersediaan dana yang memadai. Ia menegaskan, tanpa anggaran yang cukup, mustahil bagi anak-anak untuk berkembang dan menyalurkan kreativitasnya secara maksimal. Harapannya, perhatian serius segera diberikan agar generasi muda dapat berinovasi melalui beragam aktivitas yang membangun.
Pernyataan tersebut mengemuka saat Khairunisa menghadiri reses perseorangan Anggota DPRD Luwu Timur, Mahading, yang berlangsung di Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, pada Minggu, 8 Maret 2026. Pada kesempatan yang sama, sejumlah warga yang hadir turut menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur yang dinilai mendesak untuk dibenahi. Beberapa di antaranya mencakup pembangunan proteksi sepanjang 150 meter di perbatasan Kelurahan Malili, proteksi 70 meter di samping Koramil, kelanjutan trotoar di depan Hotel Musafir, pembangunan tanggul di Paorabbae, serta penyediaan sarana olahraga sepak bola. Menurut warga, prioritas pembangunan ini sangat penting untuk menunjang keselamatan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Warga yang hadir dalam reses tersebut pun menaruh kepercayaan besar kepada Mahading untuk memperjuangkan seluruh aspirasi ini. Mereka yakin usulan tersebut mampu direalisasikan dalam APBD Pokok Luwu Timur tahun 2027. Mahading, politikus yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KPU Lutim periode 2004-2009 ini, berjanji akan memperjuangkan secara serius semua masukan yang disampaikan. Ia meminta doa dari seluruh konstituen agar setiap usulan yang diajukan dapat memperoleh persetujuan dan masuk dalam APBD Pokok 2027 mendatang.
Lebih lanjut, alumni Fakultas Sospol Unhas ini juga memberikan ruang terbuka bagi warga yang belum sempat menyampaikan usulannya. Masyarakat dipersilakan untuk mengirimkan aspirasi secara tertulis maupun melalui WhatsApp apabila masih ada hal yang belum tersampaikan pada sesi reses tersebut. Kegiatan reses ini kemudian ditutup dengan acara berbuka puasa bersama dan silaturahmi malam bersama para konstituen yang hadir. (*)

Tinggalkan Balasan