“`html
Perbincangan hangat di media sosial tentang pemekaran Kabupaten Luwu Tengah akhirnya mendapat respons langsung dari HM Siddiq BM. Dalam pernyataannya, ia justru menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada publik Tana Luwu atas segala bentuk perhatian yang diberikan. Berbagai komentar pedas yang dialamatkan kepadanya, menurut Siddiq, merupakan cerminan antusiasme masyarakat terhadap cita-cita besar pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Menanggapi tudingan dan hujatan yang beredar luas di dunia maya, tokoh asal Lamasi ini menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Justru, ia menganggap tekanan dari warganet sebagai bagian dari energi perjuangan agar wilayah yang dicintainya dapat segera mekar dan berpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan. Siddiq menyebutkan bahwa banyak pihak yang mungkin belum memahami konteks pembicaraan, sehingga memunculkan kecaman yang tidak pada tempatnya.
Ia menambahkan, segala bentuk kritik yang diterimanya kini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Siddiq berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, karena hal tersebut dikhawatirkan dapat menjadi batu sandungan dalam mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama. Ia mengamati bahwa komentar-komentar netizen memang sangat tajam, tetapi ia memilih untuk merawatnya sebagai bahan introspeksi dan diarahkan pada sasaran yang tepat.
Siddiq kembali menegaskan sikapnya yang tidak pernah goyah dalam mendukung penuh pembentukan Provinsi Luwu Raya. Sebelumnya, dalam sebuah rapat paripurna di DPRD Luwu Timur, ia bahkan menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk mengorbankan sebagian gaji demi memperlancar proses pemekaran ini. Baginya, perjuangan kali ini harus dilakukan dengan kesungguhan total, berbeda dengan upaya-upaya terdahulu yang harus kandas di tengah jalan.
Dari pengalaman masa lalu yang berakhir kegagalan, ia ingin memastikan bahwa seluruh persyaratan dapat dipenuhi secara sempurna. Harapannya, para pejuang generasi sebelumnya yang telah berkorban lebih dulu bisa tersenyum bangga melihat hasilnya. Siddiq menuturkan bahwa saat ini tidak ada lagi perdebatan mengenai perlu atau tidaknya provinsi baru dibentuk, sebab semua elemen sudah bulat sepakat. Fokus utama yang sedang dikaji adalah langkah konkret memenuhi segala ketentuan yang diminta oleh pemerintah pusat.
Dalam prosesnya, terdapat beberapa strategi yang dipertimbangkan untuk menembus kebuntuan. Mulai dari upaya menggugat kebijakan moratorium, hingga mencari celah dengan memanfaatkan diskresi presiden untuk memberikan status istimewa kepada Tana Luwu. Siddiq mengaku tidak menolak langkah-langkah tersebut, namun ia merasa perlu memikirkan segala kemungkinan, termasuk skenario terburuk bila upaya itu tidak berhasil. Menurutnya, opsi-opsi alternatif harus tetap dibahas sebagai jalan keluar untuk membantu panitia CDOB dalam mencapai target.
Ia juga menyoroti bahwa langkah hukum untuk menggugat moratorium bukanlah perkara sederhana dan berisiko tinggi. Jika empat kabupaten saja diizinkan membentuk provinsi baru, maka akan banyak daerah lain yang mengikuti jejak yang sama. Kondisi ini jelas menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk menolak gugatan tersebut. Begitu pula dengan usulan diskresi presiden, yang berpeluang besar ditiru oleh kelompok-kelompok lain seperti Pejuang Antasari dan Pattimura yang memiliki ambisi serupa, sehingga peluang keberhasilannya pun menjadi tipis.
Oleh karena itulah, Siddiq lebih menekankan pada langkah mempercepat pemenuhan syarat administratif pembentukan DOB. Sebagai contoh, untuk merealisasikan Kabupaten Luwu Tengah yang sedang hangat dibicarakan, ia mengusulkan adanya penyerahan sebagian wilayah Seko dari Kabupaten Luwu Utara kepada kabupaten yang baru akan dibentuk tersebut. Ia menjelaskan bahwa video yang beredar luas di masyarakat sebenarnya bukanlah opini pribadinya, melainkan bagian dari pembahasan internal untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan yang ada.
Menurut informasi yang ia terima, secara ekonomi wilayah Walmas dinilai belum matang untuk menjadi kabupaten sendiri, sehingga perlu dicari jalan keluar yang kreatif. Saat itu ia memberi masukan agar Luwu Utara melepaskan bagian dari Seko, dan jika memungkinkan, Luwu Timur juga dapat menyerahkan sebagian daerahnya yang berdekatan untuk memperkuat wilayah Luwu Tengah. Siddiq meyakini bahwa sektor pertambangan yang tersebar di kawasan tersebut dapat menjadi sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat besar, asalkan pemerintah memiliki saham di setiap perusahaan tambang sebagaimana yang telah diterapkan di Papua dengan Freeport.
Ia optimistis bahwa jika skema penyertaan saham pemerintah ini terealisasi, maka isu ketidakmampuan ekonomi tidak akan lagi menjadi penghalang untuk membentuk Kabupaten Luwu Tengah. Dengan adanya PAD yang melimpah dari sektor tambang, maka lima kabupaten/kota yang ada akan memiliki sumber pendanaan yang kuat untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada bagian akhir pernyataannya, Siddiq menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila apa yang ia sampaikan selama ini dinilai keliru atau menyinggung banyak pihak. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk melemahkan perjuangan, dan jika ada yang merasa sakit hati, terutama keluarga besarnya di Lamasi dan masyarakat Luwu pada umumnya, ia dengan rendah hati meminta dimaafkan.
“`

Tinggalkan Balasan