Kolomdata.id – Jakarta – Gelombang aksi buruh berskala besar bakal membanjiri ibu kota pada Kamis (24/9). Sekitar 50 ribu orang diprediksi ambil bagian dalam unjuk rasa yang digelar Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Konsentrasi massa bakal terpusat di kawasan Semanggi sejak pukul 10.00 WIB, lalu bergerak menuju depan UOB sebelum Grand Indonesia. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa titik kumpul bukan di Bundaran HI, dan ia menyebut banyak informasi keliru beredar soal lokasi awal peserta aksi. Ia menjelaskan massa akan menunggu delegasi di depan UOB. Aksi ini menyuarakan aspirasi kaum buruh kepada Presiden Prabowo Subianto terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.
Antisipasi kepadatan arus kendaraan pun disiapkan Polda Metro Jaya. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan mulai pukul 10.00 WIB sampai rangkaian aksi berakhir. Sifat pengaturan bersifat situasional, bergantung pada kondisi lapangan dan instruksi petugas. Warga yang berencana melintas di Jalan Sudirman-Thamrin, Monas, dan sekitar Gedung DPR/MPR diingatkan agar memperhitungkan kemungkinan penumpukan kendaraan. Imbauan tersebut disampaikan melalui akun tmcpoldametro.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan jajarannya mengedepankan pengamanan dan pelayanan humanis. Tujuannya, agar penyampaian pendapat bisa berlangsung aman, damai, tertib, dan penuh tanggung jawab, sekaligus tidak mengganggu aktivitas warga lain. Menurut Budi, menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara dalam kehidupan berdemokrasi. Kehadiran aparat kepolisian, katanya, diarahkan untuk melayani dan memastikan ruang demokrasi tetap terjaga bagi semua pihak. Pernyataan itu ia sampaikan di Jakarta pada Rabu (23/9).
Guna menunjang kelancaran kegiatan, personel diterjunkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan, melakukan patroli di wilayah sekitar, melayani masyarakat di lokasi aksi, serta menyiagakan dukungan kesehatan. Pelaksanaan di lapangan akan menyesuaikan dinamika situasi dengan mengutamakan komunikasi dan pendekatan humanis. Budi berharap penyampaian aspirasi dan rutinitas warga lainnya bisa berjalan berdampingan. Ia mengajak semua pihak saling menghormati, menjaga ketertiban, dan bersama-sama mewujudkan suasana aman serta damai. Ia juga menyerukan agar ruang demokrasi dijaga dengan menghormati hak masyarakat lain, seraya menegaskan komitmen Polri untuk melayani publik.
Bagi warga yang ingin menghindari kepadatan, sejumlah rute alternatif telah disiapkan. Jalur pertama melalui Jl. Sudirman, Jl. Benhil, Jl. Pejompongan, Jl. Letjen S. Parman, Jl. Gerbang Pemuda, Jl. Patal Senayan, Jl. Tentara Pelajar. Rute kedua melewati Jl. Letjen S. Parman, Jl. Tendean, Jl. HR Rasuna Said, Jl. HOS Cokroaminoto, Tugu Tani, hingga Monas.
Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan