Operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat di Sulawesi Selatan memasuki babak baru dengan ditemukannya sejumlah bukti penting, namun upaya penjangkauan lokasi jatuhnya pesawat masih menemui kendala berat. Tim gabungan penyelamat yang bertugas di Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, akhirnya berhasil mengidentifikasi keberadaan puing-puing pesawat serta seorang korban pria pada hari kedua pencarian, tetapi proses pengangkatan jenazah dan material pesawat terhambat oleh kondisi geografis yang ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat.

Andi Sultan, selaku Kepala Seksi Operasional Basarnas Kota Makassar, memaparkan bahwa kondisi korban yang ditemukan tidak lagi utuh. Lokasi penemuan berada kurang lebih 200 meter di bawah puncak gunung, sebuah titik yang sangat sulit dijangkau. Berbagai peralatan telah dikerahkan, namun seluruh upaya tersebut gagal membuahkan hasil. Medan yang terjal serta cuaca yang memburuk menjadi dua faktor utama yang memaksa tim penyelamat untuk menghentikan sementara operasi evakuasi pada hari Minggu, 18 Januari 2025.

Untuk memastikan korban tidak bergeser atau jatuh lebih dalam ke jurang, sejumlah personel dikerahkan untuk berjaga di lokasi. Sultan menjelaskan bahwa sepuluh anggota tim gabungan rescue mendirikan perkemahan di dekat titik penemuan korban. Kehadiran mereka di lokasi bertujuan untuk mengawasi kondisi korban dari jarak dekat, sekaligus bersiap melakukan tindakan apa pun yang diperlukan apabila cuaca membaik.

Terkait kelanjutan misi, rencana utama yang disiapkan adalah pengiriman helikopter jenis Caracal sebagai alat angkut utama. Menurut Sultan, jalur udara menjadi pilihan prioritas karena medan darat yang terlalu berbahaya untuk dilalui tim penyelamat. Namun, dengan mempertimbangkan segala kemungkinan, pihak Basarnas tidak tinggal diam dan tengah menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat setempat. Para warga diminta bantuannya untuk menemukan rute alternatif berupa jalur darat yang lebih aman, yang oleh warga lokal kerap disebut sebagai jalan tikus. Jika ditemukan akses yang memungkinkan, maka evakuasi darat dapat segera dilakukan sebagai cadangan. Sultan menegaskan bahwa dua skema inilah yang saat ini sedang dimatangkan oleh tim gabungan untuk mempercepat proses penanganan korban.