Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Menag Ajak Umat Sambut Bulan Ramadan dengan Spirit Kebangsaan


					Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, saat menghadiri HAB di Kabupaten Bone. Perbesar

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, saat menghadiri HAB di Kabupaten Bone.

Kolomdata.id – Menteri Agama (menag) Nasaruddin Umar, mengajak semua umat untuk menyambut bulan suci ramadan lewat spirit kebangsaan.

Pesan disampaikan Menag saat memberikan tausiyah pada kegiatan dzikir akbar, doa, dan tausiyah Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI.

Menag menegaskan, bulan Rajab adalah pintu gerbang memasuki Sya’ban dan Ramadan. Sehingga umat perlu memulai proses pembersihan diri sejak awal.

“Jangan menunggu Ramadan untuk meminta ampun. Ringankan beban sejak Rajab dan Sya’ban, agar saat Ramadan kita fokus meningkatkan derajat di hadapan Allah,” ujarnya di Masjid Agung Bone, Rabu (07/01/2026).

Menag juga mengingatkan bahwa seluruh hamba memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ampunan Allah, betapapun besarnya dosa di masa lalu.

Ia mengutip berbagai kisah dan dalil yang menunjukkan betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah bagi siapa pun yang datang dengan tobat yang sungguh-sungguh.

“Allah lebih menonjol sebagai Maha Pengampun daripada Maha Penyiksa. Tidak ada dosa yang lebih besar dari rahmat Allah. Karena itu jangan pernah putus asa,” tegasnya.

Menag juga mengajak jamaah memperbanyak salawat, istighfar, dan amal-amal sunah seperti salat rawatib, tahajud, witir, serta memperbaiki hubungan dengan orang tua dan sesama.

Ia menyebut bahwa amalan ini menjadi bekal penting memasuki Ramadan, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan yang lembut, saling menghargai, dan penuh empati.

“Kita ini umat Nabi Muhammad yang penuh cinta. Jarak kita dengan Madinah tidak mengurangi kecintaan itu. Selawat yang kita lantunkan malam ini menjadi bukti kerinduan kita kepada Rasulullah SAW,” tutur Menag.

Kegiatan Dzikir Akbar HAB ke-80 ini dihadiri oleh berbagai peserta lintas sector, baik masyarakat Bone, ASN Kemenag RI, serta jajaran Dharma Wanita Persatuan.

Peringatan HAB tahun ini dirangkaikan dengan berbagai event pelayanan, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menag menutup tausiyah dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, penguatan keluarga, serta kesehatan para guru, orang tua, dan seluruh masyarakat.

“Semoga Allah membimbing langkah kita, menerima tobat kita, dan menjadikan kita hamba yang kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih,” tutupnya. (*)

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News