
Kolomdata.id — Kepulan asap putih menyelimuti pegunungan Verbeck. Di teras kantor PT GVK-CLM, beberapa karyawan sibuk menyusun dus-dus berisi masker.
“Ayo angkat (dus berisi masker) ke kabin mobil. Kita langsung ke sekolah-sekolah bagikan untuk siswa-siswi, guru, dan para pegawai beserta staf,” ajak Staf PT GVK, Santi sambil memegang satu box masker, Jum’at, (16/10/2026).
Sebelum masuk ke dalam mobil, Santi melirik ke arah Gunung Verbeck. Pandangannya tertuju ke kepulan asap. “Sudah agak memudar. Gunungnya mulai agak terlihat. Tidak seperti kemarin, asapnya putih pekat,” ungkapnya sambil menghela napas panjang.
Asap yang menyelimuti gunung Verbeck ini, dikabarkan bersumber dari Karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Dampak asapnya, sangat terasa di Kabupaten Luwu Timur sejak Rabu, (14/10/2026).
Bagi manajemen PT GVK-CLM (Gunung Verbeck Karebbe – Citra Lampia Mandiri), asap dari dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) perlu disikapi. Minimal, melindungi diri dari bahaya asap yang ditimbulkan. Mengingat, asap ini sangat berdampak dengan kesehatan. Bisa menyebabkan Ispa.
“Selain mendoakan saudara-saudari kita di titik kebakaran Karhutla, kita yang terkena dampak asap juga perlu melindungi diri. Guru dan siswa yang rawan terkena dampak juga perlu perlindungan dan perhatian kita. Makanya, kita bagikan masker ke sekolah,” ungkap Santi lagi.
Tim manajemen PT GVK-CLM tiba di halaman sekolah SDN 225 Karebbe. Guru dan siswa-siswi menyambut dengan senang. “Setelah ini, kita lanjut bagikan ke SDN 241 Labose, SD 235 Pongkeru, MI As’adiyah Pongkeru, SMP 4 Malili, dan SDN 242 Pasi-pasi,” rinci Santi.

Stok masker yang dibagikan ungkapnya sekitar 9 ribu lembar. kata Santi, hanya ini masker yang bisa didapatkan. Beberapa toko sudah habis. “Sudah cukup langka,” imbuhnya.
Di Desa Harapan sendiri, masker dari PT GVK-CLM diserahkan karyawan PT Putra Lampia Utama (PLU), perusahaan subcon PT GVK. Karyawan PT PLU, Fikri yang membagikan masker ke SDN 236 Laoli, dan SDN 224 Lampia sebagai bentuk kepedulian menyikapi kondisi asap karhutla yang beberapa hari terkahir berada pada tingkatan AQI tidak sehat.
“Guru dan siswa siswi cukup rentan terkena dampak asap Karhutla. Kondisi udara tingkat AQI tidak sehat bisa mengganggu kesehatan mereka. Dengan gerakan membagikan masker ini, setidaknya bisa menjadi benteng pelindung bagi guru yang mendidik dan siswa-siswi generasi emas di masa mendatang,” beberapa Fikri tersenyum.

Guru SDN 236 Laoli, Hamriana menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian PT GVK-CLM. Masker pelindung yang dibagikan sangat dibutuhkan saat ini.
“Masker ini kita sangat butuhkan. Apalagi sudah langka. Ada yang dijual, harganya sudah cukup mahal. Sekali lagi, terimakasih bantuannya PT GVK-CLM,” ungkapnya.
Demikianlah halnya Guru SDN 224 Lampia, Jumatia. Ia menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada PT GVK-CLM. Berkat bantuan masker ini, siswa-siswi bisa terlindungi dari kondisi udara yang tak sehat. (*)

Tinggalkan Balasan