Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Anggaran Seragam Sekolah Ditransfer Ke Rekening Masing-Masing Orang Tua Siswa, Begini Besarannya


					Infografis mekanisme dan besaran biaya seragam sekolah setiap siswa. Kolomdata.id Perbesar

Infografis mekanisme dan besaran biaya seragam sekolah setiap siswa. Kolomdata.id

Kolomdata.id — Pemkab Lutim melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan anggaran paket seragam sekolah. Dananya, akan ditransfer ke rekening masing-masing orang tua siswa.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lutim, Muhammad Syukri mengatakan, besaran biaya seragam sekolah setiap siswa ini berbeda-beda. Paling mahal, seragam SMP.

 

“Kalau TK/Paud itu sekitar Rp 370 – Rp 400 ribu. SD sekitar Rp 400 – Rp 470 ribu. Dan SMP sekitar Rp 500 ribu. Ini sementara, karena masih akan dibahas juga. Yang jelas, ini yang kami usulkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lutim, Muhammad Syukri melalui telepon WhatsApp, Rabu, (04/06/25).

 

Dana ini bebernya, diperuntukkan untuk membeli satu paket seragam sekolah. Mulai dari sepatu, kaus kaki, celana, baju, dasi, tas, dan topi. Seragam olahraga, pramuka, dan lainnya (batik) tidak ditanggung.

 

Yang akan diberikan seragam gratis sambungnya, siswa yang baru masuk sekolah di tahun ajaran 2025-2026. “Jadi siswa baru. Sekarang ini masih tahap penerimaan siswa baru. Kita belum tahu berapa banyak jumlah siswanya,” ungkap Syukri.

 

Meski orang tua siswa menerima uang seragam sekolah. Tempat belanjanya sudah ditentukan. Orang tua siswa diarahkan untuk membeli seragam sekolah di Bumdes atau Koperasi Merah Putih selaku penyedia.

 

“Jadi memang betul, Bumdes dan Koperasi Merah Putih di setiap desa nanti penyedianya. Orang tua siswa beli di sana (Bumdes dan Koperasi Merah Putih,red),” imbuhnya.

 

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan, Bumdes dan Koperasi Merah Putih diminta sebagai penyedia seragam sekolah merupakan upaya meningkatkan penghasilan daerah. Sebab, ada perputaran uang di desa.

 

“Jadi memang ini kita harapkan. Bagaimana Bumdes atau Koperasi Merah Putih ini menjemput peluang ini. Menyediakan seragam sekolah. Terserah, apakah sepatunya, tasnya. Karena semua ditanggung pemerintah,” kata Irwan Bachri Syam beberapa waktu lalu. (Hidayat/*)

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News