Kolomdata.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 yang bertugas di Kelurahan Bumi Harapan, melaksanakan kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini melalui pendekatan hukum gizi dan gizi seimbang.
Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Nuri 2, Jalan Bambu Runcing, Selasa, 20 Januari 2026, dengan sasaran utama para ibu yang memiliki anak balita. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peran keluarga dalam pencegahan stunting sejak usia dini.
Selain aspek kesehatan, masyarakat juga diedukasi mengenai hukum gizi, yakni hak anak untuk memperoleh gizi yang layak sebagaimana diatur dalam kebijakan dan peraturan terkait kesehatan dan kesejahteraan anak.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, dampaknya terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, serta kewajiban orang tua dan lingkungan dalam menjamin kecukupan gizi anak sebagai bagian dari tanggung jawab hukum dan sosial.
Penanggung jawab kegiatan, Athifah Putri Fidar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga dari sisi pemahaman hukum.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memantau tumbuh kembang anak serta menyadari bahwa pemenuhan gizi merupakan hak anak dan kewajiban keluarga yang dilindungi oleh aturan hukum,” ujarnya.
Selain penyuluhan lisan, mahasiswa KKN 115 Unhas juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat melalui media poster yang dipasang di sekitar Posyandu. Poster tersebut berisi informasi mengenai prinsip gizi seimbang, pencegahan stunting, serta pesan-pesan hukum gizi yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Masyarakat setempat menyambut baik metode edukasi yang digunakan karena informasi disajikan secara visual dan sederhana.
“Penyampaian informasi melalui poster sangat membantu karena mudah dibaca dan dipahami, sehingga pesan tentang gizi dan pencegahan stunting bisa diingat oleh masyarakat” ungkap salah satu warga.
Sementara itu, salah satu kader Posyandu Nuri 2 turut menyampaikan apresiasinya dengan mengatakan “Kegiatan ini sangat membantu kami di Posyandu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Penyampaian materi melalui poster membuat informasi lebih mudah dipahami dan diingat oleh warga, sehingga pesan pencegahan stunting dapat tersampaikan dengan baik.”
Mahasiswa KKN 115 Unhas berharap kegiatan penyuluhan dan edukasi hukum gizi ini dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi anak, sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (rls/*)











