Digitalisasi telah menjadi kebutuhan mendesak bagi para pelaku usaha kecil di Parepare. Menyadari hal tersebut, sekelompok mahasiswa yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 115 dari Universitas Hasanuddin mengambil inisiatif strategis dengan memberikan pelatihan langsung di Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Fokus utama pendampingan ini adalah membantu para pedagang kecil menguasai pembuatan konten visual, termasuk logo dan materi promosi digital, serta optimalisasi akun media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Raissa Annaya, yang bertanggung jawab penuh atas program ini, turun langsung ke lapangan untuk membimbing para peserta. Ia memulai sesi dengan melakukan registrasi akun media sosial untuk masing-masing usaha, lalu berlanjut pada proses desain logo sederhana yang mencerminkan identitas bisnis mereka. Tidak berhenti di situ, Raissa juga mengajarkan cara merancang flyer digital yang siap dipublikasikan di berbagai platform online. Menurutnya, penguasaan teknologi ini menjadi kunci agar usaha mikro tidak tertinggal oleh arus zaman.

Ia menegaskan bahwa media sosial kini berfungsi sebagai sarana promosi yang efisien dan hemat biaya. Dengan memiliki identitas visual yang kuat, seperti logo yang menarik dan flyer yang profesional, produk UMKM diharapkan mampu menarik perhatian konsumen yang lebih luas. Raissa menjelaskan bahwa keberadaan elemen-elemen ini dapat meningkatkan kredibilitas usaha di mata calon pembeli, sehingga mereka lebih percaya untuk bertransaksi secara daring.

Materi pendampingan tidak hanya sebatas teknis pembuatan desain. Para peserta juga mendapat edukasi mendalam tentang bagaimana mengelola akun media sosial mereka secara efektif. Beberapa keterampilan praktis yang diajarkan meliputi teknik memotret produk agar terlihat menggugah selera, menyusun kalimat promosi yang persuasif, serta menjaga rutinitas dalam mengunggah konten. Hal ini penting karena konsistensi merupakan faktor utama dalam membangun kehadiran digital yang kuat.

Seorang pelaku UMKM di wilayah tersebut mengaku memperoleh manfaat besar dari kegiatan ini. Ia merasa mendapat pencerahan tentang cara memasarkan produknya secara online, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia pahami. Setelah mengikuti pendampingan, ia menyadari bahwa usahanya kini tampil lebih meyakinkan dan profesional di dunia maya, sehingga rasa percaya dirinya untuk memasarkan produk melalu internet meningkat signifikan. Ia juga mengapresiasi bantuan langsung yang diberikan, terutama dalam hal pembuatan logo dan materi promosi yang selama ini menjadi kendala baginya.

Program kerja individu dari KKN 115 ini diharapkan menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif. Para pelaku UMKM di Kelurahan Bumi Harapan diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing mereka. Dengan begitu, transformasi digital yang dimulai dari tingkat akar rumput ini dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi kota Parepare secara keseluruhan.