Di tengah upaya menghidupkan kembali pengelolaan sampah berbasis komunitas, para peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menorehkan langkah konkret di Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Fokus utama mereka adalah menyegarkan kembali operasional Bank Sampah Massipaa yang sebelumnya sempat terhambat.
Berbagai pembenahan fisik pun dijalankan secara gotong royong. Atap bangunan yang sebelumnya bocor dan rusak kini diperbaiki, ruangan serta halaman dibersihkan, dan yang tak kalah menarik, kursi-kursi baru dibuat dari limbah plastik yang didaur ulang. Semua kerja nyata ini melibatkan mahasiswa, pengurus bank sampah, serta warga setempat yang bahu-membahu di lapangan.
Menurut Andi Fahmi selaku penanggung jawab program, inisiatif ini diluncurkan dengan harapan agar Bank Sampah Massipaa dapat kembali berfungsi maksimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkannya. Ia menegaskan bahwa keberadaan bank sampah dinilai sangat krusial dalam tata kelola lingkungan, dan melalui perbaikan sarana disertai contoh pemanfaatan plastik menjadi barang berguna, mereka ingin membuktikan bahwa sampah sesungguhnya memiliki nilai ekonomis. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Apresiasi tinggi pun dilontarkan oleh Ilyas, Penanggung Jawab Bank Sampah Massipaa. Ia menyebut bahwa uluran tangan dari para mahasiswa ini merupakan kontribusi yang amat berharga bagi keberlanjutan bank sampah. Dengan kondisi fasilitas yang kini jauh lebih layak, ia optimistis geliat masyarakat untuk menabung sampah dan menjaga kebersihan akan kembali menggelora.
Lebih dari itu, seluruh fasilitas yang telah direvitalisasi tersebut nantinya tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik semata. Tempat itu akan dipakai untuk mendukung berbagai aktivitas penting, mulai dari proses pemilahan sampah, penimbangan, hingga pelaksanaan edukasi pengelolaan sampah yang menyasar warga Kelurahan Bumi Harapan.
Pada akhirnya, melalui serangkaian aksi nyata tersebut, para mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Unhas berharap kontribusi mereka mampu menumbuhkan kesadaran publik yang lebih besar akan urgensi pengelolaan sampah. Mereka juga berupaya memperkuat posisi Bank Sampah Massipaa sebagai motor penggerak solusi lingkungan yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan