Seorang wali murid mengabadikan momen saat buah hatinya mencoba baju seragam yang baru saja diterima secara cuma-cuma. Alih-alih merasa senang, ia justru mendapati lengan baju tersebut sudah tidak muat lagi di lengan sang anak. Potret itu pun beredar dan memicu kekhawatiran bahwa nasib serupa mungkin menimpa peserta didik lain di Kabupaten Luwu Timur.

Dinas Pendidikan setempat pun didesak untuk bergerak cepat. Opsi paling masuk akal adalah menukar ukuran seragam yang tidak sesuai dengan postur tubuh para siswa. Namun, hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, Raodah, belum membuahkan hasil. Pesan singkat yang dikirimkan pada Selasa (31/03/2026) tidak kunjung mendapat respons.

Program pembagian perlengkapan sekolah ini ternyata memiliki cerita di balik layar yang cukup rumit. Berdasarkan petunjuk teknis yang berlaku, seharusnya bantuan tersebut disalurkan lewat mekanisme kartu pintar. Akan tetapi, kartu yang dijanjikan itu gagal dicetak karena pihak perbankan mengaku tidak sanggup memproduksi lebih dari 16 ribu kartu dalam waktu singkat. “Bank angkat tangan. Makanya memanfaatkan pelaku UMKM,” ungkap Sekretaris Daerah Lutim, Ramadhan Pirade, pada hari yang sama.

Sebagai gantinya, para pengusaha kecil dan menengah lokal dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Total dana yang digelontorkan untuk paket seragam gratis ini mencapai Rp 8,7 miliar. Alokasi anggaran per anak berbeda-beda menurut jenjang pendidikan. Untuk anak PAUD, nilai paketnya Rp 400 ribu, sementara siswa SD mendapat jatah Rp 560 ribu, dan pelajar SMP senilai Rp 600 ribu. Setiap paket yang diterima siswa-siswi, baik dari sekolah negeri maupun swasta, terdiri dari sepatu, kaos kaki, pakaian seragam lengkap dengan celana atau rok, tas, serta topi.

Distribusi bantuan ini menyasar 16.253 pasang seragam secara keseluruhan. Data menunjukkan rincian jumlah penerima untuk tingkat PAUD adalah 5.315 pasang, kemudian siswa SD menerima 5.739 pasang, dan untuk jenjang SMP totalnya 5.199 pasang. Dengan banyaknya barang yang harus dibagikan, bukan tidak mungkin kasus ukuran yang tidak pas akan semakin banyak ditemukan di lapangan.