Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

News

Pasukan Paskibraka Lutim Diberikan Sepatu Hoka KW, Sobek Saat Digunakan Latihan 

badge-check


					Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengukuhkan 70 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih Kabupaten Lutim Tahun 2025, di Aula Awana Wisma Trans, Kamis 14 Agustus 2025. Perbesar

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengukuhkan 70 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih Kabupaten Lutim Tahun 2025, di Aula Awana Wisma Trans, Kamis 14 Agustus 2025.

Kolomdata.id — Sepatu olahraga milik pasukan Paskibraka Lutim sobek saat digunakan latihan. Ternyata, sepatu bermerk Hoka yang dibagikan itu KW.

 

Sepatu Hoka yang diberikan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih Kabupaten Lutim Tahun 2025, bukan original. Harga sepatunya ternyata hanya ratusan ribu. Tak sampai Rp 300 ribu.

 

Harga sepatu Hoka original, asli buatan Francis harganya jutaan. Paling murah di harga Rp 2 jutaan ke atas. Ini sudah kualitas premium. Yang dibagikan untuk Paskibraka Lutim justru barang palsu.

 

“Harganya Rp 270 ribu. Itu ada pihak ketiga yang tender lewat e katalog,” kata Kepala Kesbangpol Lutim, Guntur Hafid saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, Selasa, (19/08/25).

 

Guntur Hafid tak membantah terkait adanya insiden sepatu sobek tersebut. Dia mengaku, jika sepatu yang sobek itu tak diganti. Sebab, pemilik sepatu sudah menjahitnya dan katanya sudah sangat baik untuk digunakan.

Sepatu olahraga merek Hoka Paskibraka Lutim yang sobek

“Memang itu hari ada insiden. Sepatu robek. Tapi yang bersangkutan lem lalu jahit. Besoknya dia pake lagi katanya sudah tidak ada masalah,” kata Guntur Hafid.

 

Jiwa nasionalisme para pasukan Paskibraka patut diapresiasi. Memberikan barang maupun fasilitas terbaik tak akan merugikan negara. Toh hanya sekali setahun.

 

Kejadian ini sungguh mengiris hati. Apalagi, Kabupaten Luwu Timur dikenal sebagai daerah yang kaya. Salah satu daerah Kabupaten/Kota di Sulsel dengan APBD terbanyak. Rp 2,1 triliun lebih.

 

Sayangnya, dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam – Puspawati Husler, perhatian kepada pasukan Paskibraka sangat minim. Para pejuang merah putih justru diberikan barang palsu. (*)

Baca Lainnya

Oknum Sales Anak Perusahaan Japfa Group Diduga Jadi Dalang Monopoli Pasar

11 Februari 2026 - 07:00 WITA

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi

10 Februari 2026 - 16:09 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal