KolomData.id – Makassar – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan rencananya akan digelar pada Januari mendatang. Penegasan itu disampaikan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin Said. Menurut dia, Musda sengaja dijadwalkan pada Januari untuk menghargai momentum Natal dan tahun baru. “Kita menghargai saudara-saudara kita yang merayakan natal dan tahun baru. Jadi Musda kemungkinan pekan ketiga bulan Januari,” ungkap Muhidin, Selasa (23/12/2025).

Muhidin menjelaskan, penjadwalan pada pekan ketiga Januari tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada warga yang merayakan Natal dan tahun baru. Dengan begitu, agenda internal partai tidak mengganggu momentum perayaan keagamaan dan pergantian tahun. Penetapan waktu itu juga memberi ruang bagi seluruh pengurus daerah dan sayap partai untuk mempersiapkan diri sebelum musyawarah digelar.

Selain membahas jadwal, Muhidin menyampaikan bahwa dirinya akan membawa aspirasi dari DPD II dan sayap partai kepada ketua umum. Aspirasi itu nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan siapa figur yang paling tepat untuk memimpin Golkar Sulsel ke depan. “Saya akan melaporkan kepada ketum terkait dengan kondisi yang ada di Sulsel. Ini tentu akan menjadi pertimbangan untuk didiskusikan di DPP,” lanjut dia.

Muhidin yang juga anggota DPR RI itu mengungkapkan sejumlah hal yang perlu dievaluasi terkait kondisi Golkar di Sulsel. Salah satunya hilangnya kursi Ketua DPRD Sulsel. Persoalan itu menjadi perhatian serius menjelang Musda. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan agar posisi partai di tingkat daerah kembali menguat.

Melalui Musda nanti, Muhidin berharap Golkar Sulsel bisa membangun soliditas yang lebih kuat di internal partai. Karena itu, figur yang dibutuhkan adalah sosok yang mampu menyatukan faksi-faksi yang ada. “Yang jelas kader dan dia bisa menyatukan semuanya. Karena kita kan punya kader yang jadi bupati, wali kota, legislatif juga ada,” ungkapnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Golkar Sulsel memiliki banyak kader yang menduduki jabatan di tingkat daerah, baik eksekutif maupun legislatif. Keberadaan mereka menjadi modal penting bagi kepengurusan berikutnya. Dengan demikian, Musda tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin, tetapi juga momen konsolidasi seluruh kekuatan partai di Sulsel.

Musda menjadi forum resmi partai untuk memilih kepengurusan tingkat daerah. Melalui forum itu, aspirasi dari DPD II dan sayap partai disalurkan, lalu dibawa ke DPP sebagai bahan pertimbangan. DPP kemudian mendiskusikan dan menentukan arah kepemimpinan Golkar Sulsel ke depan. (*)