Proses penyelamatan terhadap dua pekerja yang sempat terkubur akibat bencana longsor di proyek pembangkit listrik berakhir dengan hasil membahagiakan. Setelah upaya yang berlangsung hampir seharian penuh, kedua korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam terowongan dalam kondisi selamat dan masih sadar. Mereka diketahui merupakan karyawan dari PT Sulindo Putra Mandiri yang bertugas mengoperasikan alat berat.

Kejadian bermula pada Selasa malam, 9 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, Aldi Samba (21) dan Henrik (20) sedang menjalankan tugasnya di kedalaman 800 meter terowongan PLTM Passokoran yang berlokasi di Desa Rante Mario, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Tanpa diduga, material longsor menutup bagian mulut terowongan yang berjarak sekitar 230 meter dari pintu masuk, dengan timbunan tanah setebal 6 meter. Akibatnya, kedua pekerja tersebut langsung terisolasi dari dunia luar.

Informasi mengenai keberhasilan evakuasi ini disampaikan oleh Kasubsi Humas Polres Lutim, Bripka Andi Muh Taufik. Menurut keterangannya, kedua korban dinyatakan selamat dan telah dibawa ke Puskesmas Tomoni untuk menjalani pemeriksaan serta observasi medis lebih lanjut. Mereka dievakuasi pada Rabu sore, 10 Desember 2025, tepatnya pukul 18.10 Wita. Selama proses evakuasi yang memakan waktu 18 jam tersebut, berbagai upaya dilakukan oleh tim gabungan untuk menjangkau kedua korban.

Manajemen perusahaan langsung bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutupi akses keluar terowongan. Sebagai langkah penyelamatan awal, sebuah pipa besi berhasil dimasukkan menembus timbunan material. Pipa inilah yang kemudian menjadi jalur vital untuk berkomunikasi dengan para korban. Melalui saluran yang sama, tim penyelamat juga mengirimkan pasokan makanan, minuman, serta tabung oksigen agar kedua pekerja tetap bisa bertahan hidup selama menunggu proses pembebasan.

Berkat koordinasi yang baik antara pihak perusahaan, aparat keamanan, dan tim penyelamat, serta dukungan jalur suplai oksigen dan logistik melalui pipa tersebut, kedua korban mampu bertahan hingga akhirnya berhasil dikeluarkan dengan selamat. Peristiwa yang berlangsung selama 18 jam ini menjadi bukti nyata kesigapan semua pihak dalam menangani situasi darurat di lokasi proyek, serta menunjukkan pentingnya prosedur keselamatan kerja di area terowongan yang rawan longsor.