Kolomdata.id — Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum mulai menggarap revitalisasi kawasan pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin. Proyek itu diposisikan sebagai langkah awal membangun kawasan percontohan integrasi pedestrian di pusat Kota Makassar, sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan perkotaan dan mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang publik.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa dua ruas pedestrian masuk dalam pengerjaan tahun ini dengan total panjang sekitar 652,9 meter. Rinciannya, ruas Jalan Kajaolalido dikerjakan sepanjang kurang lebih 427,9 meter, sementara ruas Jalan MH Thamrin mencapai sekitar 225 meter. Pekerjaan itu tidak sekadar memperbarui permukaan trotoar, tetapi juga membenahi utilitas, vegetasi, drainase permukaan, sampai menyediakan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas.

Dari sisi teknis, ada sejumlah pendekatan yang membedakan pekerjaan tahun ini dengan pengerjaan sebelumnya. Dinas PU memakai stamp concrete, yakni beton cetak bertekstur, serta beton berpori yang memiliki rongga sehingga air dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah. Penerapan beton berpori itu dinilai membantu pengelolaan air hujan di kawasan pedestrian. Amin menyebut konsep tersebut sebagai salah satu hal teknis yang diterapkan pada tahun ini.

Hasil inventarisasi mencatat ada 8 tiang listrik eksisting, 2 tiang trafo PLN, 10 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), serta 62 tiang fiber optik yang berada di area pekerjaan. Khusus jaringan fiber optik, Pemerintah Kota Makassar bersama pihak terkait menjalin koordinasi guna memadukan jaringan tersebut ke dalam konsep tiang bersama. Dari 62 tiang yang ada, nantinya bakal ditata menjadi 17 tiang induk sehingga satu tiang dapat dimanfaatkan bersama oleh sejumlah penyedia jaringan.

Revitalisasi juga menyentuh aspek vegetasi di sepanjang ruas yang dikerjakan. Berdasarkan inventarisasi dan kajian teknis di lapangan, sejumlah pohon dinilai perlu ditata atau ditebang karena berada di area pekerjaan dan berpotensi mengganggu desain maupun konstruksi pedestrian. Pada tahap awal, sekitar 80 pohon ketapang, 9 pohon mahoni berukuran besar, dan 2 pohon kecil masuk dalam penanganan pekerjaan. Penataan vegetasi tetap memperhatikan keberlanjutan ruang terbuka hijau, antara lain dengan menyiapkan penggantian memakai jenis pohon yang dinilai lebih cocok dengan kondisi kawasan perkotaan.

Dinas PU menempatkan revitalisasi Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin sebagai bagian dari pengembangan kawasan pedestrian terintegrasi di pusat kota. Konsep tersebut mencakup keterhubungan jalur pejalan kaki, akses terhadap transportasi publik, penataan utilitas, ruang hijau, hingga fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Pengembangan kawasan pedestrian juga akan dilakukan secara bertahap pada sejumlah titik lain dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tingkat aktivitas pejalan kaki.

Amin berharap penataan dua ruas tersebut dapat menjadi model awal dalam pengembangan pedestrian yang lebih terintegrasi di kawasan pusat Kota Makassar. Ia menegaskan seluruh proses pekerjaan dijalankan melalui koordinasi lintas pihak, termasuk dengan pengelola utilitas dan tim teknis terkait. Trotoar yang tertata rapi dan terhubung dengan simpul transportasi publik dinilai menjadi salah satu penanda kota yang ramah bagi pejalan kaki sekaligus mendorong warga bergerak tanpa selalu bergantung pada kendaraan bermotor.

Sumber: Fajar.co.id