KolomData.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berambisi kembali ke Senayan pada 2029 mendatang. Ambisi itu muncul setelah partai berlambang Kabah tersebut kehilangan kursi pada Pileg 2024 lalu. Penyebabnya, PPP gagal lolos ambang batas 4 persen atau parliamentary threshold. Kini PPP menyiapkan sejumlah strategi untuk merebut kembali posisi mereka di parlemen.

Salah satu langkah yang disiapkan PPP adalah menggait pemilih muda. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan bahwa pemilih dari kalangan Gen Z dan milenial memang menjadi target semua partai pada Pemilu mendatang, tidak terkecuali PPP. Menurutnya, kondisi itu merupakan dinamika politik nasional yang harus disikapi partai. Karena itu, PPP harus mulai melakukan pendekatan kepada pemilih muda hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Untuk mempermudah target tersebut, PPP bakal memaksimalkan komposisi pengurus dari kalangan anak muda. Tujuannya agar partai lebih mudah menarik pemilih muda. Mardiono menegaskan, pihaknya tidak mendikotomi calon ketua itu kader muda atau tua. Yang jelas, kata dia, sosok tersebut harus bisa membesarkan partai ini.

Dari jajaran daerah, Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan Amir Uskara, menyampaikan bahwa kembali ke parlemen adalah target paling realistis. Sehingga, itu yang menjadi tujuan utama mereka pada Pileg mendatang. Menurutnya, target paling realistis yang bisa disampaikan saat ini adalah PPP kembali ke DPR. Itu dulu yang menjadi fokus kita, tandasnya.

Keterangan kedua pengurus itu menunjukkan arah strategi PPP: menyasar pemilih muda sekaligus menetapkan target utama kembali ke DPR. Komposisi pengurus dari kalangan anak muda disiapkan sebagai alat untuk mendekatkan partai dengan segmen pemilih tersebut. Sementara penetapan target paling realistis menjadi fokus utama di tingkat daerah.

Dengan demikian, PPP memilih dua jalur sekaligus dalam menyongsong Pileg mendatang. Pertama, memperkuat daya tarik di kalangan Gen Z dan milenial melalui pengurus muda. Kedua, menetapkan target kembali ke DPR sebagai fokus utama. Kedua jalur itu disampaikan langsung oleh pengurus di tingkat pusat dan daerah.

Konteksnya, PPP saat ini berada di luar Senayan setelah gagal melewati ambang batas 4 persen pada Pileg 2024. Ambang batas itu sendiri merupakan syarat perolehan suara minimal bagi partai politik untuk bisa menempatkan wakilnya di DPR. Dalam posisi itu, PPP menyusun langkah menuju 2029 dengan menggaet pemilih muda dan memaksimalkan komposisi pengurus dari kalangan anak muda. (*)