Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

News

Pencarian Korban Kapal Tenggelam KLM Asia Mulia Dihentikan, 3 ABK Dinyatakan Hilang

badge-check


					Tim SAR melakukan pencarian tiga ABK kapal tenggelam di perairan Bantaeng. Hasilnya nihil. Operasi dihentikan, Sabtu, (28/06/25) Perbesar

Tim SAR melakukan pencarian tiga ABK kapal tenggelam di perairan Bantaeng. Hasilnya nihil. Operasi dihentikan, Sabtu, (28/06/25)

Kolomdata.id — Pencairan korban kapal KLM Asia dihentikan. Tiga orang ABK dinyatakan hilang, Sabtu, (28/06/25).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, 10 hari pencarian ketiga Anak Buah Kapal (ABK) KLM Asia Mulia di Perairan Bantaeng, Provinsi Sulawesi tak membuahkan hasil. Operasi terpaksa dihentikan.

“Operasi Sar Kapal KLM Asia Mulia ini telah dilaksanakan selama tujuh hari. Kemudian dilakukan penambahan selama tiga hari atas permintaan keluarga korban, dan di hari ke sepuluh ini, operasi sar kami nyatakan selesai, dengan hasil nihil,” kata Arif.

Arif bilang, sejak adanya laporan dari serpihan kapal kayu dan bangkai kerbau yang memakai tag muatan KLM Asia Mulia, maka pencarian diperluas hingga ke arah Takalar. Namun, tetap saja hasilnya nihil.

“SRU (_Search Rescue Unit_) hingga petang ini telah di bagi untuk melakukan pencarian di Perairan Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Sru 1 (Rubber Boat Mks ) Melakukan penyisiran dari pantai Tope Jawa dengan radial 2 derajat arah utara sejauh 5 Nm. Sru 2 (Rubber boat Bantaeng) melakukan penyisiran dari pantai Tope Jawa dengan radial 181 derajat arah selatan sejauh 5 Nm. Sru 3 (Speed Boat TNI AL ) melakukan penyisiran dari pantai Tope Jawa dengan radial 170 derajat arah selatan sejauh 10 Nm. Sru 4 (Infanteri) melakukan pencarian dengan berjalan kaki di pesisir pantai tak berpenghuni di pantai Tope Jawa, Kab. Takalar,” ujar Arif.

Baca Lainnya

Oknum Sales Anak Perusahaan Japfa Group Diduga Jadi Dalang Monopoli Pasar

11 Februari 2026 - 07:00 WITA

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi

10 Februari 2026 - 16:09 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal