Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Pembangunan Desa Terhambat, Dana BKK Tersendat 


					Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam saat melakukan pertemuan dengan Anggota BPD beberapa waktu lalu. Perbesar

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam saat melakukan pertemuan dengan Anggota BPD beberapa waktu lalu.

Kolomdata.id — Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sangat membantu pembangunan desa. Sayangnya, pencairannya terhambat. Bahkan,  berpotensi tak dicairkan tahun ini. Kalaupun dicairkan, tak semua diberikan.

 

Dana BKK Rp 2 miliar per-desa, kabarnya hanya diberikan kepada 33 desa saja. Sementara 92 Desa lainnya harus bersabar hingga tahun 2026. Tunggu hasil uji coba program di tahun ini. Kalau gagal, semuanya bisa berubah lagi.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun kolomdata.id, pencairan dana BKK tahap pertama seharusnya dilakukan Mei, bulan lalu. Namun hingga Juni, dana ini tak kunjung dicairkan ke desa-desa.

 

Setiap desa akan mendapatkan dana BKK Rp 1 miliar. Hal ini sesuai dengan hasil keputusan pembahasan APBD pokok 2024. Sayangnya, pencairannya terhambat. Potensinya, terjadi perubahan pada pembahasan APBD Perubahan yang akan berlangsung Agustus 2025.

 

“Seharusnya Mei sudah pencairan dana BKK. Tapi belum ada pencairan sama sekali. Program pembangunan yang sudah dibahas terhambat. Karena kita sudah bahas untuk pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana BKK ini, tapi anggarannya tidak dicairkan,” kata salah seorang kepala desa yang namanya minta tidak disebutkan, Senin, (23/06/25).

 

Dia khawatir, BKK Rp 1 miliar per desa ini dihilangkan tahun ini. Sebab, program BKK Rp 2 miliar per desa. “Tidak apa-apa 33 dapat Rp 2 miliar tahun ini. Tapi kami desa lainnya juga tetap dapat BKK Rp 1 miliar. Itukan sudah ketuk palu,” ungkapnya.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur, Halsen mengatakan, pemberian dana BKK tahun 2025 belum pasti. Semua hal bisa terjadi.

 

Bisa saja hanya 33 desa yang mendapatkan bantuan dana BKK Rp 2 miliar. Lainnya, 92 desa tak akan diberikan BKK. Dan bisa jadi hanya 33 desa yang dapat Rp 2 miliar, 92 desa lainnya tetap dapat Rp 1 miliar.

 

“Siapa yang bilang (hanya 33 desa dapat BKK, lainnya tidak dapat, red). Belum ada juga kepastiannya, apakah dapat semua atau tidak,” kata Halsen melalui pesan WhatsApp.

 

Terkait pencairan dana BKK harusnya dimulai Mei, Halsen tak lagi memberikan keterangan. Pesan WhatsApp tak dijawab lagi. (*)

 

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News