Menu

Mode Gelap
Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal KKLR Tegaskan Provinsi Luwu Raya Sudah Final Secara Konseptual

News

Kuota Pertalite di Lutim 43 Ribu KL, Kok Bisa Langka? Ini Masalahnya 


					Antrian panjang di  SPBU Tokalimbu, Selasa, (16/09/2025). Foto. (ist) Perbesar

Antrian panjang di SPBU Tokalimbu, Selasa, (16/09/2025). Foto. (ist)

Kolomdata.id — Jatah kuota BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar untuk Kabupaten Luwu Timur cukup banyak. Namun, kelangkaan bahan bakar terjadi. Imbasnya tak sekadar antrian panjang, harga pertalite di pengecer meningkat 200 persen.

 

Penyebab kelangkaan BBM bersubsidi jenis pertalite terjadi karena kondisi depot Pertamina di Makassar berkurang. Makanya, pengiriman bahan bakar ke sejumlah SPBU dikurangi.

 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Luwu Timur (Disdakoprinum Lutim), Senfry Oktavianus kepada kolomdata.id, Selasa, (16/09/2025). Katanya, kuota BBM bersubsidi di Lutim banyak. Bahkan bertambah dari tahun 2025.

 

“Kemarin ada pengurangan. Hanya 8 KL yang masuk. Karena kondisi di depot berkurang. Kan tidak bisa kosong di depot. Sekarang, tahap recovery. Sudah masuk 16 KL. Waktu hari Minggu itu ada masuk 32 KL. Selasa pagi (tadi) ada masuk lagi 16 KL. Sebentar subuh SPBU Malili masuk juga 16 KL. Plus Pertamax,” kata Senfry kepada kolomdata.id.

 

Jika masyarakat buru-buru dan tak ingin menunggu antrian sambungnya, disarankan untuk mengisi Pertamax. Harganya lebih murah Rp 13 ribu dibandingkan harus beli di pengecer.

 

“Jadi masyarakat jangan panik. Sekarang tahap pengantaran. Karena jatah kita di Luwu Timur tahun 2025 untuk pertalite itu sebanyak 43.700 KL lebih. Lebih banyak dibandingkan tahun lalu, hanya 39.599 KL,” ungkapnya.

 

Sementara kuota BBM bersubsidi jenis solar sambungnya, juga bertambah. Tahun 2025 sebanyak 28.333 KL. Sementara tahun 2024 hanya 28.875 KL. “Ini hanya persoalan transportasi. Makanya lambat datang. Banyak ji kuota,” ungkapnya.

 

Terkait berapa sisa kuota Lutim, Senfry mengaku belum mengantongi datanya. Tunggu memasuki triwulan ke empat, Oktober untuk mengecek sisa berapa kuota yang tersisa.

 

“Kami belum dapat pihak penjualan. Berapa yang sudah terpakai. Nanti kami cek bulan 10 (Oktober),” imbuhnya. (*)

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News