Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

News

JK Pasang Badan Lawan Mafia Tanah

badge-check


					oppo_0 Perbesar

oppo_0

Kolomdata.id – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) pasang badan untuk melawan mafia tanah.

Ini buntut dari kasus dugaan penyerobotan yang dilakukan anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk, yaitu PT GMTD Tbk.

Kasus ini terjadi beberapa waktu lalu, di area lahan seluas 16,4 hektare, Jalan Metro Tanjung Bunga (Depan TSM), Kota Makassar.

JK menegaskan, tanah tersebut miliknya. Sudah dibeli sejak 30 tahun lalu, namun tiba-tiba diklaim GMTD lewat perintah eksekusi Pengadilan.

”30 tahun lalu saya beli tanah ini. Sekarang tiba-tiba ada yang mengaku ini tanah mereka,” kata dia.

JK juga menegaskan, dirinya tidak akan tinggal diam. Perlawanan pasti dilakukan untuk memberantas mafia tanah.

”Kami tidak akan tinggal diam. Kami pasti akan lawan ini sampai kapan pun,” tegasnya.

Founder dan Advisor Kalla Group itu juga mengingatkan, tidak boleh ada pihak yang mempermainkan orang Bugis-Makassar.

Kata dia, siri’ na pacce akan tetap.menjadi identitas. Sehingga tidak ada pihak yang boleh memperalat orang Bugis-Makassar.

”Jangan coba-coba ada yang main-main di sini, di Makassar ini. Kami phnya siri, dan praktik ini perampokan,” tegasnya.

Baca Lainnya

Oknum Sales Anak Perusahaan Japfa Group Diduga Jadi Dalang Monopoli Pasar

11 Februari 2026 - 07:00 WITA

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi

10 Februari 2026 - 16:09 WITA

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal