Kolomdata.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 115 Universitas Hasanuddin memperkenalkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik rumah tangga kepada masyarakat di Jalan Kelapa Gading, Kelurahan Bumi Harapan, Kota Parepare, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai permasalahan sampah organik rumah tangga yang masih menjadi tantangan di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN 115 Unhas kemudian memperkenalkan maggot, yaitu larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF), yang memiliki kemampuan mengurai sampah organik dalam jumlah besar dan relatif cepat.
Selain mengurangi volume sampah, maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk organik sehingga memiliki nilai ekonomis. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan secara langsung tahapan budidaya maggot, mulai dari pemilihan media sampah organik sebagai pakan, proses pemeliharaan larva, hingga pemanfaatan hasil panen.
Penjelasan disampaikan secara sederhana dan aplikatif agar dapat dengan mudah diterapkan oleh masyarakat di lingkungan rumah tangga.
M. Ikbal selaku penanggung jawab program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai potensi pengelolaan sampah organik.
“Kami melihat sampah organik rumah tangga sebenarnya punya potensi besar jika dikelola dengan benar. Lewat maggot, sampah yang biasanya dibuang justru bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Kami ingin menunjukkan bahwa pengolahan sampah itu tidak harus rumit, karena budidaya maggot bisa dilakukan di rumah dengan cara yang sederhana, tetapi dampaknya bisa besar bagi kebersihan lingkungan,” kata M. Ikbal
Selain pengenalan budidaya maggot, mahasiswa KKN 115 Unhas juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali bank sampah sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu. Bank sampah diharapkan dapat menjadi wadah pengelolaan sampah anorganik sekaligus mendukung keberlanjutan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot.
Dalam sesi diskusi, warga tampak antusias mengikuti penjelasan serta aktif bertanya mengenai proses budidaya maggot, mulai dari media pemeliharaan hingga pemanfaatan hasil panen.
Mahasiswa KKN memberikan penjelasan secara langsung dan interaktif agar mudah dipahami oleh masyarakat.
Marlina salah satu warga yang hadir mengungkapkan ketertarikannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Jujur saya baru pertama kali dengar tentang maggot. Ternyata sampah dapur bisa diolah seperti ini. Awalnya saya ragu, tapi setelah dijelaskan, saya jadi tertarik untuk mencoba membudidayakannya sendiri di rumah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 115 Unhas berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sinergi antara budidaya maggot dan pengaktifan kembali bank sampah diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta mendorong kemandirian masyarakat di Kelurahan Bumi Harapan. (rls/*)











