Menu

Mode Gelap
PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan  Petani Tagih Realisasi Program Unggulan Pupuk Gratis Ibas-Puspa Forum Anak Butuh Perhatian, Mahading : Doakan Usulan Ini Bisa Masuk APBD 2027 Serap Aspirasi, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih Kepada HM Siddiq BM  Bermasalah? Kejari Lutim Diam-Diam Periksa Pejabat ULP dan PPK Patgulipat Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Pemda Lutim

Pertambangan

PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan 

badge-check


					Perbaikan Settling Pond di Blok 3 PT PUL, Kamis, (26/03/2026) Perbesar

Perbaikan Settling Pond di Blok 3 PT PUL, Kamis, (26/03/2026)

Kolomdata.id — Pelan tapi pasti. Perusahaan pertambangan PT Prima Utama Lestari (PUL) berupaya mewujudkan pertambangan berkelanjutan.

 

PT PUL berupaya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini dilakukan untuk menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) demi mewujudkan pertambangan berkelanjutan.

 

Kepala Teknik Tambang PT. PUL, Roslianus Dominikus de Rosari mengatakan, kegiatan operasional pertambangan dikelola dengan mengutamakan keselamatan manusia, dan melakukan proteksi lingkungan hidup. Perseroan berupaya mewujudkan pertambangan berkelanjutan.

 

Doni sapaan Roslianus Dominikus de Rosari bilang, perhatian terhadap lingkungan hidup memang jadi fokus perseroan. Perbaikan dan pembenahan terus dilakukan.

 

Settling pond yang di blok 3 sudah kami benahi. Karena tanggulnya memang sempat jebol karena curah hujan yang cukup tinggi,” kata Doni, Kamis, (26/03/2026).

 

Berdasarkan data curah hujan lima tahun terakhir, settling pond atau kolam endapan yang ada dinyatakan cukup. Ternyata, ada perubahan cuaca. Dimana curah hujan melebihi volume dan menyebabkan tanggul jebol.

 

“Sudah diperbaiki. Dan sementara dibuatkan poket-poket di drainase menuju settling pond. Termasuk menambah jumlah kolam endapan. Yang tadinya hanya empat, kita akan tambah tiga lagi. Jadi jadi akan ada tujuh kolam endapan,” ungkapnya.

 

Doni bilang, tanah di area kolam endapan yang ada saat ini memang kurang baik. Berawah. Makanya, daya serap kolam endapan kurang maksimal. Hal ini menjadi tantangan tim di lapangan.

 

Maintenance-nya memang agak ribet. Tapi ini tantangan tersendiri. Dan kami sangat bersyukur dan berterima kepada peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup,” tuturnya.

 

Perseroan akan terus berupaya bersinergi dengan seluruh stakeholder dan masyarakat. Transparan demi mewujudkan kaidah pertambangan berkelanjutan. (*)