Menu

Mode Gelap
Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi Dicecar Netizen, HM Siddiq BM : Terima Kasih Masyarakat Tana Luwu Hendak Melarikan Diri Ke Parepare, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Bermodus Alihkan Perhatian Penjual di Lutim  Kelurahan Bumi Harapan Punya Peta Wilayah Berkat Mahasiswa KKN-T Unhas, Dilengkapi Kode QR Juga HM Siddiq BM : Justru Saya Tak Ingin Pembentukan Luwu Tengah Terhambat, Kok Videonya Terpotong  Dukung Legalitas Usaha, KKN 115 Unhas Dampingi UMKM Terbitkan Sertifikasi Halal

News

Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi


					Kasek SMAN 20 Makassar Bingung, Dua Siswanya Dilaporkan ke Polisi Perbesar

Kolomdata.id – Kepala Sekolah SMAN 20 Makassar merasa bingung dengan adanya laporan polisi nomor LP/B/320/II/2026/SPKT/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan, yang melaporkan dua siswa mereka.

Kepala Sekolah SMAN 20, Ruslan menyampaikan, pihaknya lebih dulu berterima kasih kepada salah satu media yang sempat mengabarkan terkait kejadian ini, bertajuk Kekerasan Lingkungan Sekolah? Orang Tua Siswa Resmi Lapor Polrestabes

Perkara ini bermula ketika salah satu orang tua siswa SMAN 20 Makassar secara resmi melaporkan salah satu kejadian pada tanggal 9 Februari 2026 kemarin.

Ruslan menyampaikan, pihak sekolah menyayangkan berita tersebut, sebab pengaduan dilakukan sepihak oleh Anzar Makkuasa, selaku orang tua siswa kelas X SMAN 20.

“Sebagai bahan pertimbangan, kronologi peristiwa berdasarkan kesaksian siswa, salah satu orang tua yang ada di sekolah dan pihak guru. Siswa korban saya (X) datang ke kelas XII (pihak terlapor). Anak kelas XII menyuruh dia masuk ke dalam kelas,” ujarnya.

Namun karena X memiliki sahabat karib di kelas XII yang dia panggil Abang. Siswa kelas XII menarik masuk X, tiba-tiba X mengucapkan kalimat “kenapakah S*nd*l*”? Akhirnya dengan refleks siswa kelas XII memukul kalau dianggap itu memukul. Karena pengakuan siswa kelas XII, dia mendorong bagian bahunya, bukan memukul,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, X masuk ke kelas. Di sana, salah satu siswa kelas XII yang jengkel memukul bagian bahu satu kali, kemudian di catch body. Lalu X keluar dari kelas, kemudian siswa kelas XII mendatangi kembali X di kelasnya untuk menyampaikan dan menasehati mengapa dia mengucapkan kata-kata kotor seperti di atas.

Namun X memaknai salah. Dia menyangka akan dipukul lagi. Sehingga, X langsung menelepon orang tuanya. Ini adalah fakta kejadian pada tanggal 9 Februari 2026.

“Perlu diketahui, sering ada peristiwa sebelumnya yang kami tidak ungkap di sini, kecuali kalau pihak Polrestabes meminta kepada kami pihak sekolah keterangan. Yang kami sayangkan, orang tua X menyampaikan kepada wali kelas anaknya, bahwa hari ini, 10 Februari 2026, akan membawa aktivis untuk mendemo sekolah setelah, dan usai demo anaknya akan di tarik,” ungkapnya. (*)

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Sulsel Telusuri Status Lahan PLTA Karebbe, Siap Turun ke Luwu Timur Usai Konsultasi di Kementerian dan BPN

2 Februari 2026 - 15:15 WITA

Smartwatch Farhan Gunawan Terdeteksi, Ada Harapan Kehidupan

19 Januari 2026 - 02:40 WITA

Tim Rescue Kesulitan Evakuasi Korban

18 Januari 2026 - 14:01 WITA

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat di Bagian Utara Puncak Gunung Bulusaraung, Operasi Pencarian Terus Diperluas

18 Januari 2026 - 02:00 WITA

Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu di Gunung Bulusaraung 

17 Januari 2026 - 13:06 WITA

Trending di News